Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Krisis Eropa Jadi Momentum Tarik Investor Ke Tanah Air

KAMIS, 21 JUNI 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Pemerintah akan memprio­ritas­kan pasar dalam negeri untuk mengantisipasi dampak kri­sis ekonomi dunia. Pasalnya, pa­sar global sedang tidak menentu.

Menurut Wakil Menteri Ke­uangan (Wamenkeu) Anny Rat­na­­waty, dalam situasi krisis eko­nomi saat ini, pasar luar ne­geri tidak dapat diandalkan sebagai tar­get utama transaksi keuangan. Na­mun, krisis yang melanda Ero­pa tersebut belum berdampak pa­da perekonomian dalam negeri.

Anny mengatakan, saat ini per­ekonomian Indonesia me­nga­­lami pertumbuhan yang baik ditambah kondisi fis­kal yang baik juga. “Jadi dam­pak ke kita tidak terlalu besar. Na­mun, mar­ket confiden­ce harus dijaga,” ujarnya di Jakarta.

Kendati begitu, dia meminta agar tingkat kewaspadaan dam­pak krisis harus ditingkatkan da­lam menghadapi krisis eko­nomi kali ini. Karena itu, koor­dinasi antar otoritas fiskal dan moneter Indonesia sangat diper­lukan dalam kondisi apapun.

Namun, kordinasi tersebut jangan dilakukan ketika krisis saja, tapi mesti setiap saat. Me­nurut Anny, pemerintah tetap me­monitor indikator itu mulai dari fiskal, pengelolaan utang dan moneter. Pemerintah juga me­nyiapkan antisipasi krisis dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Badan Koordinasi Pe­nanaman Modal (BKPM) Cha­tib Basri mengatakan, krisis yang terjadi di Eropa dan Ame­rika Serikat (AS) harus diman­fa­atkan peme­rintah untuk me­narik in­vetasi baru ke tanah air.

Chatib mengatakan, saat ini sumber pertumbuhan dunia ber­geser dari sebelumnya di Eropa dan AS, mulai beralih ke Asia. Apalagi Indonesia meru­pa­kan pusat perekonomian ASEAN.

 â€œInvestasi sudah mulai naik, tetapi kita juga tidak bisa me­nutup bahwa iklim investasi harus diperbaiki. Mulai dari wak­tu kesepakatan bisnis, ran­tai birokrasi dan infra­struktur,” jelas Chatib. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya