Berita

presiden sby

Ahmad Yani Curiga Orang SBY Salah Beri Masukan

RABU, 20 JUNI 2012 | 09:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY bahwa ada partai yang lebih korup dibanding partainya terus dipersoalkan.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menegaskan, sebagai Kepala Pemerintahan, SBY tak pantas membanding-bandingkan partai yang satu dengan partai lain dalam hal jumlah kader yang tersangkut korupsi.

"Karena tidak boleh dibandingkan tindak pidana korupsi itu. Korupsi dalam sekecil apapun tidak bisa ditoleransi. Dan tidak bisa digeneralisir institusi tertentu. Nggak boleh. Karena tidak ada satu pun platform partai yang ingin korup," kata Yani kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Malah, politikus PPP ini meragukan data yang dibeberkan oleh SBY pada pertemuan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklatator Partai Demokrat Rabu malam lalu di Hotel Sahid, Jakarta.

"Kita nggak tahu apa dia mengetahui atau mendapat input yang keliru juga. Karena SBY ini ada problemnya juga dengan orang-orang sekitarnya yang memberikan input kadang-kadang, bahkan selalu keliru terus," jelas Yani.

Namun, dia menekankan, partainya tidak tersinggung dengan pernyataan SBY tersebut. "Nggak pernah tersinggung. Karena tidak pernah merasakan itu," ungkap Yani.

Sebelumnya,SBY pun membeberkan data-data untuk menguatkan pernyataannya bahwa banyak partai lain yang lebih korup.

"Saya beri contoh. Di DPRD Provinsi, dalam jangka 2004 hingga tahun ini, 2012, korupsi yang dilakukan oknum Demokrat 3,9 persen atau peringkat 5 dari seluruh partai. Masih ada 4 partai lain di atas kita. Masing-masing  ada 34,6 persen, 24,6 persen, 9,2 persen dan 5,32 persen. Total 75 persen," beber SBY.

Sedangkan untuk DPRD Kabupaten/Kota pada periode yang sama Demokrat menempati peringkat tiga dengan 11,5 persen, terkait kader partai yang terlibat kasus korupsi. Di atasnya, terang SBY, masih ada dua parpol, masing-masing 27 persen, dan 14,4 persen.

"Sedangkan untuk tingkat Menteri, DPR, Gubernur, dan Wali Kota/Bupati, oknum PD juga menempati posisi tiga. Di bawah dua parpol. Diatasnya masih ada dua parpol dengan angka 33,7 persen, dan 16,6 persen," imbuh SBY. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya