Berita

anas-sby/ist

ANAS VS SBY

Laga Politik di Grup Neraka, SBY Ibarat Timnas Belanda

SELASA, 19 JUNI 2012 | 14:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pertarungan Anas Urbaningrum melawan Susilo Bambang Yudhoyono adalah pertarungan politik paling seru setelah episode pertarungan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dibekingi pemerintah melawan Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Isu pertarungan dua petinggi utama Demokrat itu bahkan diprediksi menjadi topik yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan ajang Piala Eropa 2012.

Publik juga berhak merasa berkepentingan dengan isu kisruh Demokrat karena partai itu sudah menjadi milik rakyat setelah mereka berpartisipasi dalam Pemilu dan mengambil kekuasaan di ruang publik.


"Tidak bisa dihindari, pertarungan mereka punya dampak ke dalam kebijakan pemerintah," ujar pengamat politik, Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Selasa, 19/6).

Bloking di Demokrat terlihat jelas. Kubu Anas diperkuat jajaran struktur partai yang berada langsung di bawah komandonya. Kubu ini sudah menunjukkan taringnya kepada SBY dengan secara mayoritas menolak penggulingan sang ketua umum.

"Mereka berani menolak melengserkan Anas," ungkapnya.

Dan, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina meminta bantuan para pendiri untuk melengserkan Anas, namun hasilnya sejauh ini nol besar.

"Mereka tidak sanggup karena Anas yang pegang struktur. Sedangkan kekuatan SBY itu ada di luar struktur," lanjut Adhie.

Prediksi Adhie, bentuk friksi akan semakin menajam. Kalau SBY tetap merepresi Anas, bukan mustahil SBY bakal dikeluarkan dari struktur kepartaian. Apalagi, secara organisasi, langkah SBY berusaha melengserkan Anas adalah pelanggaran AD/ART organisasi

Faktanya, posisi Ketua Dewan Pembina ini ditunjuk oleh DPP dan ketua umum. Dalam kongres partai, satu-satunya yang mendapat mandat adalah ketua umum. Anas satu-satunya mandataris.

Dia menganalogikan friksi politik tersebut dengan perebutan Piala Eropa yang sedang berlangsung di Polandia-Ukraina.

"Ibaratnya, inilah pertarungan di grup neraka (grup B). Dan SBY ibarat timnas Belanda yang citranya tangguh dan kuat, tapi pada akhirnya kalah, kosong di lapangan, membawa pulang nol," tandas dia. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya