Berita

Jusuf Rizal/ist

Sayembara LIRA, Rp 100 Juta bagi Penemu Kecurangan di Pilkada DKI

SENIN, 18 JUNI 2012 | 09:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyelengarakan program Laporkan Kecurangan Pilkada DKI dengan hadiah total Rp 100 juta. Sayembara sejenis juga digelar sebelumnya, tangkap Nazaruddin berhadiah Rp 100 juta. Namun, saat itu tidak ada pemenangnya.

"LIRA ingin memberikan kontribusi ke DKI Jakarta," jelas Presiden LIRA, Jusuf Rizal di sela-sela peringatan HUT ke-6 LIRA di Lapangan Kamboja, Kebon Pala, Jakarta Timur, Minggu (17/6).

Kecurangan yang dilaporkan bisa dalam bentuk penggandaan suara, jual beli suara, janji-janji yang mempengaruhi suara, PNS, TNI dan Polri yang tidak netral, penggunaan fasilitas pemerintah maupun bentuk-bentuk KKN dari calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

"Ada dokumentasi, data fakta lalu orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran dan bentuk berapa nilainya (penghargaan) akan disesuaikan dengan berat dan ringannya pelanggarannya. Batas waktunya sampai selesai Pilkada," jelas Jusuf.

Bisa jadi warga yang melapor akan mendapatkan Rp 500 ribu, Rp 1 juta. Nah, sementara kalau komplit laporannya, bisa mendapatkan Rp2 juta. "Ini laporan terbuka untuk masyarakat," pungkasnya.

Melalui program Laporkan Kecurangan Pilkada DKI ini, pihak LIRA berharap akan meningkatkan kepercayaan publik untuk menekan adanya golput yang di prediksi 30 persen. Artinya ruang demokrasi akan terbuka, membuat lebih transparan, bersih dan adil.

"Predisi ada dua putaran sampai dihasilkan gubernur yang benar-benar bersih," jelas Jusuf.

Apa ini karena banyaknya kampanye terselubung?

"Kita ingin Pilkada ini bersih dan menghasilkan gubernur yang menjadi harapan rakyat. Kalau tingkat kecurangan makin kecil, pengawasan masyarakat besar, maka kualitas gubernur juga akan lebih bagus," tandasnya.

Salah satu contoh janji yang bisa dianggap pelanggaran adalah adanya iming-iming dari calon. "Misalnya, kalau masyarakat dijanjikan untuk diberikan materi dan lainnya. Karena ada iming-iming dari kandidat maka itu bisa dianggap kecurangan
juga," jelasnya.

Dalam menjalankan program ini, pihak LIRA kerjasama dengan Panwaslu. Dan kalau ada hal yang menyangkut, KIRA kerjasama dengan pihak Kepolisian "Masing-masing gubernur harus memberikan contoh berpolitik yang santun dan bermartabat," katanya mengingatkan. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya