Berita

gunung Padang/ist

Gunung Padang Masuki Tahap Pembuktian

MINGGU, 17 JUNI 2012 | 20:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aktivitas survei lanjutan di Gunung Padang memasuki tahap yang dinanti-nantikan. Yaitu mengarah pada pembuktian hipotesa bahwa ada bangunan buatan manusia di bawah permukaan situs gunung tersebut.

Terkait hal itu, Tim Terpadu Riset Mandiri akan melakukan koordinasi dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Windu Nuryanti dan Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, serta Bupati Kabupaten Cianjur besok Senn, (18/6).

"Kedua, survei Georadar dan uji sampling dangkal di daerah sasaran rencana eskavasi tanggal 20-21 Juni Tim Geologi yang dipimpin DR. Danny Hilman," demikian isi pernyataan pers yang dikirim Tim kepada redaksi malam ini (Minggu, 17/6).

Seperti diketahui, survei pasca paparan di Krida Bakti 7 Februari 2012 lalu menemukan dugaan ada objek sangat penting di lereng timur.  Hal ini masih banyak bergantung pada hasil satu lintasan survei georadar dengan memakai satu frekuensi (antenna) saja. Untuk lebih memastikan, Tim Geologi selama dua hari akan  melakukan survey multi lines dengan beberapa jenid antenna (frekuensi) berbeda.

"Uji sampling dangkal dimaksudkan untuk pengecekan struktur bawah permukaan (hasil survei georadar) dengan sangat cepat dan untuk membantu mengarahkan lokasi trenching (eskavasi).  Uji sampling dangkal ini juga bisa untuk meneliti stratigrafi tanah di berbagai lokasi bukit dengan cepat," lanjutnya.

Sedangkan agenda ketiga, eskavasi permukaan tanggal 23-24 Juni yang akan dilakukan gabungan antara arkeolog yang ditunjuk Arkenas dan dipimpin DR Bagio Prasetyo serta tim DR Ali Akbar dari Universitas Indonesia. Juga bersama didampingi Tim Arsitektur, Ir. Pon Purjatnika, tim kompleksitas Hokky Situngkir, Tim Astronomi dari Kementerian Riset dan Teknologi.

Objek eskavasi lokal akan dilakukan di luar situs lereng sisi Timur dan Tenggara yang tenggarai oleh tim geologi ada objek penting untuk memastikan itu struktur buatan manusia atau bukan di bawah permukaan tanah. Karena itu, Tim Arkeologi ini akan melakukan koordinasi terakhir sebelum eskavasi dengan Tim Geologi pada tanggal 22 Juni.

Selanjutnya, agenda keempat, Pemda dan Muspida Cianjur serta tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh budaya, LSM baik yang ada di cianjur maupun Jabar serta dimanapun dapat bersama-sama menyaksikan proses eskavasi lokal.

"Kelima, Kalau semua berjalan dengan rencana yang sudah ada, maka tim terpadu riset mandiri menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Cianjur, Muspida dan tokoh-tokoh budaya Cianjur/Jabar dan institusi negara resmi di pusat," demikian isi rilis tersebut. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya