Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Bank BUMN Lebih Takut Ancaman Deposan Kakap

Berikan Bonus Bunga Tinggi Hingga Hadiah Langsung
MINGGU, 17 JUNI 2012 | 08:23 WIB

RMOL.Perbankan lokal mengakui memberikan keistimewaan terhadap deposan kakap agar tidak kabur keluar negeri.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Gatot M Suwondho tidak men­jawab secara langsung saat di­tanya mengenai sinyalemen Bank Indonesia (BI)  soal fa­silitas bagi deposan kakap. Ia hanya menga­takan, deposan ka­kap memiliki uang serta pilihan untuk me­naruh uangnya di bank manapun di Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur BI Dar­min Nasution menga­takan, per­bankan enggan menu­runkan suku bunganya karena takut de­posan kakap akan lari. Menu­rut­nya, pa­ra deposan yang memiliki dana besar ini kerap me­minta bunga di atas bunga normal.

“Jadi lebih baik diberi se­dikit lebih tinggi suku bunga de­po-sitonya daripada mereka men­depositokan uangnya di luar ne­geri,” ujar Gatot kepada Rakyat Merdeka, Kamis (14/5) me­nang­gapi pernya­taan Gubernur BI Darmin Nasution.

Darmin menyatakan, rendah­nya pinjaman bank ke pengusaha seperti Usaha Kecil Menengah (UKM) disebabkan karena ting­gi­nya suku bunga pinjaman. Aki­­batnya, beban bunga pin­ja­man yang semestinya bisa di­tu­runkan, terpaksa ditanggung se­mua pe­ngu­saha, termasuk UKM.

Namun, Gatot yang juga Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini mengungkapkan, suku bunga pinjaman perbankan dalam 4 tahun terakhir trendnya terus menurun. Dari 16-17 per­sen, kini turun berkisar antara 12-13 persen. “Jadi, apa yang di­­mak­sud sulit turun (suku bu­nga) itu,” tanya Gatot.

Ia menjelaskan, saat ini per­bankan sedang giat-giatnya mem­bangun pendanaan dari giro dan tabungan. Hal itu memer­lukan biaya inves­tasi yang besar.

“Untuk mem­bangun outlet-nya baik dalam bentuk cabang mau­pun e-channel seperti juga ATM dan SMS ban­king,” jelas Gatot.

Direktur Finance and Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pahala N Mansury tidak mau me­ngomentari pernya­taan Gubernur BI tersebut. Namun, katanya, hingga saat ini jika meli­hat dari cost of fund di Mandiri, pihak­nya telah berupaya suku bunga per­bankan untuk terus turun.

Menurut Pahala, Bank Man­diri sudah melakukan penye­suian tingkat bunga deposito se­suai dengan penurunan maksi­mum tingkat bunga deposito Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Selama tingkat bunga de­posito LPS turun, kami juga akan ikut turun,” ujar Pahala kepada Rakyat Merdeka, Kamis (14/6).

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini me­ngatakan, bank memberikan bunga simpanan tinggi karena kondisi likuiditas ketat. Selain itu, nasa­bah di Indonesia belum ter­biasa me­nerima bunga di bawah inflasi. Kalau menerima bunga di bawah inflasi, deposan-deposan kakap ini akan memilih bank lain yang me­nawarkan bunga tinggi.

“Jika ke depan kami menga­lami ke­­keringan likuiditas, kami akan menawarkan bunga tinggi,” ujar­ Pahala.

LPS tidak mengubah suku bu­nga penjaminan di bank umum maupun Bank Perkreditan Rak­yat (BPR). Langkah itu dilakukan sete­lah BI memutuskan untuk ti­dak mengubah suku bunga acu­an­nya (BI rate) di level 5,75 persen.

Pjs Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS Mirza Mochtar mengatakan, keputusan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan tersebut di­dasari pertimbangan kondisi per­ekonomian dan perbankan saat ini. LPS menilai, kinerja pere­konomian domestik stabil. Ter­lihat dari tingkat inflasi month to month yang rendah sebesar 0,07 persen pada bulan Mei 2012.

Tingkat efisiensi industri per­bankan nasional ternyata masih rendah. Hal ini menyebabkan bunga kredit per­bankan sangat tinggi. “Con­tohnya, target yang di­tetap­kan perbankan untuk men­­­dapat­kan bonus dan hadiah membuat profit margin yang ter­lalu besar,” kata be­kas Direktur Internasional BI Nelson Tam­pubolon. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya