Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Dahlan Minta Pasukan Semut Bulog Serap Beras Petani

JUMAT, 15 JUNI 2012 | 08:54 WIB

RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ti­dak habis pikir, Indonesia seba­gai negara agraris tapi masih meng­impor beras dalam jumlah besar.

Untuk itu, Dahlan meminta Pe­rum Bulog membentuk pasu­kan semut untuk menyerap beras pe­tani sebanyak-banyaknya agar tak ada lagi impor beras.

“Kita negara agraris, tapi ta­hun lalu kita impor beras 1,7 juta ton atau setara dengan Rp 7 tri­liun. Tahun ini jangan sampai kita im­por lagi, makanya Bulog saat ini membentuk pasukan semut un­tuk menyerap beras petani,” ka­ta Dahlan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Bulog harus be­kerja keras. Dari laporannya, per Juni ini Bulog sudah berhasil me­nyerap 2,1 juta ton beras dalam negeri. Serapan itu jauh lebih baik dibanding serapan Bulog se­lama dua tahun terakhir.

Dia mengaku sudah mene­mu­kan jalan keluar untuk me­nye­lesaikan produksi padi yang terus menurun.

“Tiap musim kedua panen, produksi beras mesti turun 40 persen, ini pasti ada sebabnya. Kata petani itu karena vitamin-vitamin yang di dalam tanah su­dah banyak terserap pada musim panen pertama, tapi saya tidak percaya, pasti ada sesuatu,” ucap Dahlan.

Setelah melakukan kerja sama dengan PT Sang Hyang Seri, akhirnya ketemu sedikit jalan keluar. Jadi setiap hektar tidak lagi turun produksinya 40 persen tiap panen musim kedua, tetapi saat ini hanya turun sekitar 3 kilogram.

Hingga kini pemerintah me­mu­­tuskan tidak akan melakukan im­por beras lagi. “Rapat bulan de­pan, saya yakin diputuskan pe­­merintah belum akan melaku­kan impor beras. Karena gu­dang-gu­dang Bulog sekarang se­dang di­penuhi beras dari pe­tani,” tandas Dahlan.

Untuk diketahui, hingga April 2012, Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 834 ribu ton de­ngan nilai seluruhnya 456 juta dolar AS atau Rp 4,24 triliun. Pada April memang tengah panen raya di Indonesia, namun terjadi impor beras sebesar 63 ribu ton dengan nilai 35 juta dolar AS.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor terbesar datang dari Vietnam sebanyak 416 ribu ton dengan nilai 233 juta dolar AS. Untuk April, beras asal negeri ini yang masuk ke tanah air sebanyak 26 ribu ton dengan nilai 13 juta dolar AS.

Kemudian beras asal Thailand yang masuk ke Indonesia hingga April sebanyak 222 ribu ton de­ngan nilai 128 juta dolar AS. Pada April saja, beras yang ma­suk sekitar 10 ribu ton.

Lalu, beras dari India seba­nyak 150 ribu ton dengan nilai 70 juta dolar AS. Beras dari Pa­kistan 36 ribu ton dengan nilai 14 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya