Berita

martin hutabarat/ist

Penting, Dialog Empat Pilar dengan Masyarakat Papua

KAMIS, 14 JUNI 2012 | 10:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Gangguan keamanan yang terjadi akhir-akhir ini di Papua harus diselesaikan dengan melibatkan masyarakat luas, tidak cukup dengan pendekatan keamanan.

"Pemerintah pusat harus proaktif karena sumber masalahnya juga terkait dengan sikap elit nasional yang tidak pernah dewasa dalam memahami persoalan masyarakat Papua," ujar Ketua Fraksi Gerindra di MPR, Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 14/6).

Karena itu, anggota Komisi Hukum berjulukan "profesor" tersebut berpendapat, sangat tidak bijak jika negara menimpakan fenomena miris yang timbul di Papua ke pundak Polri semata. Seolah, Polri hanya menjadi peredam limbah-limbah persoalan.


"Salah satu yang penting dilakukan adalah meningkatkan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua, antara lain melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika)," terang legislator senior ini.

Dengan membangun dialog melalui kegiatan itu, diharapkan terbangun saling pengertian dan wawasan masyarakat bahwa masa depan Papua harus bisa sejahtera dalam NKRI.

"Kesadaran bersama seperti ini, apabila bisa tumbuh pada masyarakat, akan menjadi kekuatan utama menjaga keamanan dan mensejahtrakan rakyat Papua," tutup dia. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya