Berita

ilustrasi

Tangkap Aktor dan Bongkar Motif Penembakan di Papua

SELASA, 12 JUNI 2012 | 11:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah pusat segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan yang terjadi di Papua sebelum bertambahnya korban-korban tidak berdosa.

Pemerintah juga harus segera menangkap aktor intelektual di balik aksi-aksi kekerasan di Papua serta mengungkap motif di balik aksi-aksi tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 12/6).

Kemarin, berdasarkan laporan dari Pemuda Muhammadiyah Papua, Saleh membeberkan lima keanehan insiden penembakan misterius di Papua belakangan ini. Salah satunya adalah masyarakat tidak pernah mendengar suara penembakan tersebut.

Kepada DPR RI, diminta untuk tidak mempercayai satu sumber informasi saja meskipun itu berasal dari aparat keamanan, terkait rentetan aksi penembakan misterius tersebut.  "DPR perlu melakukan cross check kepada sumber informasi lain termasuk kepada warga masyarakat biasa yang ada di lokasi kejadian," ungkapnya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya