Berita

Perusahaan Gas Negara (PGN)

Bisnis

PGN Jangan Mudah Potong Kuota Gas di Tengah Jalan

Pengusaha Minta Kenaikan Harga Secara Bertahap
SELASA, 12 JUNI 2012 | 08:26 WIB

RMOL.Menteri Perindustrian MS Hidayat menjanjikan kenaikan harga gas untuk industri akan dilakukan bertahap. Pembicaraan dengan Dirut Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendri Prio Santoso dilakukan pekan ini.

Hidayat masih mengusahakan agar kenaikan harga gas tidak memberatkan pelaku usaha. Un­tuk itu, pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan bos PGN Hendi Prio Santoso, guna mem­bicarkan soal kemelut har­ga gas sekaligus jadi pene­ngah atas ke­naikan harga gas ini.

“Saya kemarin menerima Sof­yan Wa­nandi dengan bebe­rapa pengurus industri. Saya sudah menghu­bungi Dirut PGN dan dia sedang berada di London. Dia berjanji minggu ini akan berte­mu,” kata Hidayat di Jakarta, kemarin.

Diakuinya, secara prinsip, se­luruh pengusaha menerima ke­naikan 55 persen harga gas, na­mun jangan sampai kenaikan ter­sebut mendadak. Sebab, kebi­ja­kan tersebut akan menim­bulkan keru­wetan rencana bisnis. Tentu pe­ningkatan harga gas, yang men­­jadi komponen utama beban peru­sahaan, lanjutnya, membuat para pengusaha kelimpungan. Ren­cana bisnis dapat ter­tanggu.

“Besarannya harus dihitung kem­bali. Harus terjadi kenaikan yang besar, harus ada tahapan. Misal­nya tiap 6 bulan sekali. Tiap naik 15 persen, maka busi­ness plan (rencana bisnis) mere­ka bisa jalan,” tutur bekas Ketua Umum Ka­din ini.

PGN sebagai perusahaan ne­gara yang go public, menurut Hi­dayat, juga harus menjamin ke­ter­sediakan pasokan gas bagi indus­tri tetap lancar. Jangan sam­pai BUMN bidang gas ini mudah me­motong kuota gas un­tuk in­dustri di tengah jalan.

“Kami akan menghitung struk­tur cost yang berpengaruh terha­dap penjualan. Saya setuju kon­trak­nya harus diper­baharui. PGN membuat kontrak gas, tetapi di tengah jalan kuotanya diku­rangi 25 persen. Terus nanti kalau me­reka melebihi kuota dikenakan sanksi 300 persen. Kan itu tidak fair,” imbuhnya.

Sebanyak 31 Asosiasi industri yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri meno­lak kenaikan harga gas industri se­nilai 55 persen. Akibat kebija­kan PGN terse­but, industri ma­kanan dan minu­man pun terkena imbas ke­bi­jakan ini.

Sekjen Gabungan Pengu­saha Makanan dan Minu­man Selu­ruh Indonesia (GAPMMI) Franky Si­barani me­nuturkan, dengan ke­naikan harga gas ini, akan menai­kkan biaya produksi ma­kanan dan minuman sebanyak 20-30 persen.

Ketua Umum Asosiasi Pengu­saha Indonesia (Apindo) Sof­jan Wanandi juga mengatakan, ke­nai­kan harga gas yang tiba-tiba akan me­ma­tikan pe­rindus­trian dalam negeri.

Sebelumnya, Sekretaris Peru­sahaan PGN Heri Yusup menga­takan, kenaikan harga gas dika­re­nakan harga pembelian gas PGN ke kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga menga­lami pening­katan sejak 1 April 2012.

“Saat ini, kenaikan harga gas m­asih dalam tahap sosialisasi ke in­dustri,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya