Berita

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Bisnis

KKP Genjot Industrialisasi Budidaya Perikanan

Produktivitas Ikan Merosot
SELASA, 12 JUNI 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Merosotnya produktivitas per­ikanan budidaya nasional, di-siasati Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan indus­tria­lisasi. Cara ini diang­gap am­puh untuk me­ningkatkan pro­duk­si ikan agar bisa berdaya saing, berkeadilan dan berke­lanjutan sesuai standar mutu pa­ngan (food safety).

“Cara ini digunakan buat mem­perbanyak knowledge dan me­ngem­bangkan penelitian per­ika­nan. Kita bisa tingkatkan pro­du­ktivitas dan menjaga proteksi ikan dari penyakit saat budidaya,” ucap Menteri Kelautan dan Per­ikanan Sharif Cicip Sutadjo saat membuka Indonesia Aquaculture dan Forum Inovasi Teknologi Aquaculture (INDOAQUA-FI­TA) 2012 di Hotel Aryaduta, Ma­­kassar, akhir pekan lalu.

Menurut Cicip, Indonesia yang kaya hasil perikanan se­harusnya dilin­dungi dengan aktif mem­bu­didayakan hal itu. Apa­lagi udang, rumput laut, ban­deng dan patin sempat terjadi penu­runan pro­duksi drastis.

Untuk itu, KKP menerapkan sertifikasi pembenihan dan pem­budidayaan guna menghasilkan pro­duk berjaminan mutu. “KKP juga mempercepat pembangun­an dan rehabilitasi sarana-pra­sarana produksi komiditi ikan andalan serta mengembangkan kerja sama kemitraan dengan berbagai pi­hak,” jelas Cicip.

Cicip melihat, industrialisasi budidaya merupakan sektor pa­ling cepat berkembang diban­ding sektor perikanan tangkap yang laju produktivitasnya di­nilai drop karena penangkapan berle­bihan (over fishing).

Makanya, kata menteri dari Partai Gol­kar itu, industrialisasi per­ika­nan diperlukan cepat ka­rena lang­kah ini opsi terbaik un­tuk me­ning­katkan valuable per­ikanan di dalam negeri agar men­ciptakan da­ya saing ekspor di era globalisasi.

Sulawesi Selatan dipilih se­bagai objek industria­lisasi per­ikanan lewat INDOAQUA-FITA 2012, karena daerah ini sudah maju dan berhasil menyuplai perikanan secara na­sional.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Sla­met Subyakto berujar, INDOAQUA-FITA di Makassar menjadi forum penyatuan visi dan persepsi antara pemerintah pu­sat, pemda, perban­kan, pe­laku usaha, pembudidaya ikan dan stakeholder lain guna men­dukung industrialisasi perikanan.

“Eksibisi ini memberikan ke­sem­patan kepada beberapa ahli dan praktisi memaparkan studi kasus seperti pengembangan bu­didaya teknologi aquakultur, benih dan induk, nutrisi pakan ikan, pengolahan produk, biotek dan sosial ekonomi, penyakit dan lingkungan sampai kualitas produk,” beber Slamet. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya