Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
RMOL.Merosotnya produktivitas perÂikanan budidaya nasional, di-siasati Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan indusÂtriaÂlisasi. Cara ini diangÂgap amÂpuh untuk meÂningkatkan proÂdukÂsi ikan agar bisa berdaya saing, berkeadilan dan berkeÂlanjutan sesuai standar mutu paÂngan (food safety).
“Cara ini digunakan buat memÂperbanyak knowledge dan meÂngemÂbangkan penelitian perÂikaÂnan. Kita bisa tingkatkan proÂduÂktivitas dan menjaga proteksi ikan dari penyakit saat budidaya,†ucap Menteri Kelautan dan PerÂikanan Sharif Cicip Sutadjo saat membuka Indonesia Aquaculture dan Forum Inovasi Teknologi Aquaculture (INDOAQUA-FIÂTA) 2012 di Hotel Aryaduta, MaÂÂkassar, akhir pekan lalu.
Menurut Cicip, Indonesia yang kaya hasil perikanan seÂharusnya dilinÂdungi dengan aktif memÂbuÂdidayakan hal itu. ApaÂlagi udang, rumput laut, banÂdeng dan patin sempat terjadi penuÂrunan proÂduksi drastis.
Untuk itu, KKP menerapkan sertifikasi pembenihan dan pemÂbudidayaan guna menghasilkan proÂduk berjaminan mutu. “KKP juga mempercepat pembangunÂan dan rehabilitasi sarana-praÂsarana produksi komiditi ikan andalan serta mengembangkan kerja sama kemitraan dengan berbagai piÂhak,†jelas Cicip.
Cicip melihat, industrialisasi budidaya merupakan sektor paÂling cepat berkembang dibanÂding sektor perikanan tangkap yang laju produktivitasnya diÂnilai drop karena penangkapan berleÂbihan (over fishing).
Makanya, kata menteri dari Partai GolÂkar itu, industrialisasi perÂikaÂnan diperlukan cepat kaÂrena langÂkah ini opsi terbaik unÂtuk meÂningÂkatkan valuable perÂikanan di dalam negeri agar menÂciptakan daÂya saing ekspor di era globalisasi.
Sulawesi Selatan dipilih seÂbagai objek industriaÂlisasi perÂikanan lewat INDOAQUA-FITA 2012, karena daerah ini sudah maju dan berhasil menyuplai perikanan secara naÂsional.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP SlaÂmet Subyakto berujar, INDOAQUA-FITA di Makassar menjadi forum penyatuan visi dan persepsi antara pemerintah puÂsat, pemda, perbanÂkan, peÂlaku usaha, pembudidaya ikan dan stakeholder lain guna menÂdukung industrialisasi perikanan.
“Eksibisi ini memberikan keÂsemÂpatan kepada beberapa ahli dan praktisi memaparkan studi kasus seperti pengembangan buÂdidaya teknologi aquakultur, benih dan induk, nutrisi pakan ikan, pengolahan produk, biotek dan sosial ekonomi, penyakit dan lingkungan sampai kualitas produk,†beber Slamet. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04