Elpiji 3 Kg
Elpiji 3 Kg
RMOL.Operasi pasar (OP) elpiji 3 kilogram (kg) atau yang biasa disebut tabung melon oleh Pertamina, sepi peminat dan banyak diborong pedagang. Hal itu berdasarkan pantauan Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi).
Menurut Direktur Puskepi Sofyano Zakaria, OP yang dilaÂkukan di Kabupaten Tangerang sebanyak 5 titik dengan jumlah 560 tabung ternyata hanya habis terjual sekitar 50 persen saja.
“Itupun pembelinya dominan pedagang, bukannya konsumen pengguna langsung. SemenÂtara OP lima titik di Kota DeÂpok juÂga hanya terjual sekitar 25 perÂsen dan pembeli terÂbaÂnyak adaÂlah pedagang eceÂran,†ungkap Sofyano.
Sementara di wilayah KabuÂpaten Bekasi, OP yang dilakukan di 3 titik ternyata juga hanya diseÂrap sekitar 500 tabung dari seÂbanyak 1.620 tabung yang diseÂdiaÂkan Pertamina. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Karawang Wetan, dari 560 tabung yang diÂsiapkan hanya terserap 151 taÂbung dalam sehari.
Di Bandung juga terjadi hal yang sama. Dari 10 titik OP, rata rata terserap sekitar 50 persen. HaÂnya OP di Desa Cipeundey yang habis terjual 560 tabung daÂlam waktu sekitar 4 jam. SeÂmenÂtara di Cipatat, Bandung BaÂrat, terjual dalam 4 jam sebanyak sekitar 250 tabung.
OP di Bogor juga baÂnyak diÂserap oleh pedagang yang mengÂÂgunakan motor dan gerobak dan itu pun baru terjual habis dalam jangka waktu seharian.
Sofyano menilai, ada sesuatu yang aneh atas kasus kelangkaan elpiji. “Saya meyakini bahwa tiÂpisnya ketersediaan elpiji hanya terjadi pada titik-titik tertentu daÂri pangkalan dan pengecer elpiji saja,†ungkapnya.
Karena itu, dia menganggap beÂberapa pangkalan dan pengeÂcer elpiji berusaha memperbesar stok elpiji untuk disalurkan ke konÂsuÂmen non rumah tangga dan non usaha mikro perorangan. PaÂdaÂhal, sesuai Perpres No. 104 tahun 2007 maupun Permen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD)M No. 021 tahun 2007, itu dilarang.
Vice President Corporate ComÂmunication Pertamina M Harun mengatakan, dengan sepinya peÂminat OP tersebut, semakin memÂÂpelihatkan yang teriak-teÂriak kelangkaan saat ini adalah para pelaku penyelundupan.
“Kondisi di lapangan ternyata baik-baik saja,†katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
UKM Diminta Pakai Elpiji Non Subsidi
Direktur Utama Pertamina KaÂren Agustiawan meminta para usaha kecil dan menengah (UKM) dan industri tidak mengÂguÂnakan elpiji 3 kg yang disubÂsidi oleh negara. Sebab, kata Karen, elpiji 3 kg hanya untuk masyaÂrakat tak mampu.
Menurut Karen, laporan keÂlangkaan gas elpiji 3 kg terjadi kaÂrena digunakan kalangan UKM dan industri yang sehaÂrusÂnya tidak menikmati subsidi elpiji 3 kg.
“Jadi tolonglah, UKM dan inÂdustri kan sudah dapat keÂuntungÂan dari usahanya. Jangan juga masih minta subsidi,†ujar Karen.
Menurut dia, saat ini pihaknya sudah memberikan pasokan elÂpiji seÂsuai dengan kuota kebuÂtuhan daerah masing-masing. Namun, jika tiba-tiba over quota akan diberikan sanksi.
Para pengusaha usaha kecil dan menengah menolak usulan PertaÂmina untuk menggunakan elpiji non subsidi. Sebab, akan meÂngurangi pendapatnya.
Penasihat Komunitas Warteg Nusantara Mukroni mengataÂkan, pihaknya hingga kini maÂsih keÂsulitan untuk memperoleh elpiji 3 kg. Kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan berdampak pada usaha meÂreka.
Mukhroni juga mengatakan, pengusaha warteg belum bisa meÂmenuhi permintaan perusaÂhaan minyak pelat merah itu agar menggunakan elpiji non subsidi.
“Kalau mengguÂnaÂkan elpiji non subsidi, maka keÂuntungan kami akan berkurang. ApaÂlagi, konÂsumen kami masyarakat kelas bawah,†kata Mukhroni. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04