Berita

Elpiji 3 Kg

Bisnis

Operasi Pasar Tabung Melon Banyak Diborong Pedagang

Stok Elpiji 3 Kg Disalurkan ke Konsumen Non Rumah Tangga
SENIN, 11 JUNI 2012 | 08:03 WIB

RMOL.Operasi pasar (OP) elpiji 3 kilogram (kg) atau yang biasa disebut tabung melon oleh Pertamina, sepi peminat dan banyak diborong pedagang. Hal itu berdasarkan pantauan Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi).

Menurut Direktur Puskepi Sofyano Zakaria, OP yang dila­kukan di Kabupaten Tangerang sebanyak 5 titik dengan jumlah 560 tabung ternyata hanya habis terjual sekitar 50 persen saja.

“Itupun pembelinya dominan pedagang, bukannya konsumen pengguna langsung. Semen­tara OP lima titik di Kota De­pok ju­ga hanya terjual sekitar 25 per­sen dan pembeli ter­ba­nyak ada­lah pedagang ece­ran,” ungkap Sofyano.

Sementara di wilayah Kabu­paten Bekasi, OP yang dilakukan di 3 titik ternyata juga hanya dise­rap sekitar 500 tabung dari se­banyak 1.620 tabung yang dise­dia­kan Pertamina. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Karawang Wetan, dari 560 tabung yang di­siapkan hanya terserap 151 ta­bung  dalam sehari.

Di Bandung juga terjadi hal yang sama. Dari 10 titik OP, rata rata terserap sekitar 50 persen. Ha­nya OP di Desa Cipeundey yang habis terjual 560 tabung da­lam waktu sekitar 4 jam. Se­men­tara di Cipatat, Bandung Ba­rat, terjual dalam 4 jam sebanyak  sekitar 250 tabung.

OP di Bogor juga ba­nyak di­serap oleh pedagang yang meng­­gunakan motor dan gerobak dan itu pun baru terjual habis dalam jangka waktu seharian.

Sofyano menilai, ada sesuatu yang aneh atas kasus kelangkaan elpiji. “Saya meyakini bahwa ti­pisnya ketersediaan  elpiji  hanya terjadi pada titik-titik tertentu da­ri pangkalan dan pengecer elpiji saja,” ungkapnya.

Karena itu, dia menganggap be­berapa pangkalan dan penge­cer elpiji berusaha memperbesar stok elpiji untuk disalurkan ke kon­su­men non rumah tangga dan non usaha mikro perorangan. Pa­da­hal, sesuai Perpres No. 104 tahun 2007 maupun Permen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD)M No. 021 tahun 2007, itu dilarang.

Vice President Corporate Com­munication Pertamina M Harun mengatakan, dengan sepinya pe­minat OP tersebut, semakin mem­­pelihatkan yang teriak-te­riak kelangkaan saat ini adalah para pelaku penyelundupan.

“Kondisi di lapangan ternyata baik-baik saja,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

UKM Diminta Pakai Elpiji Non Subsidi

Direktur Utama Pertamina Ka­ren Agustiawan meminta para usaha kecil dan menengah (UKM) dan industri tidak meng­gu­nakan elpiji 3 kg yang disub­sidi oleh negara. Sebab, kata Karen, elpiji 3 kg hanya untuk masya­rakat tak mampu.

Menurut Karen, laporan ke­langkaan gas elpiji 3 kg terjadi ka­rena digunakan kalangan UKM dan industri yang seha­rus­nya tidak menikmati subsidi elpiji 3 kg.

“Jadi tolonglah, UKM dan in­dustri kan sudah dapat ke­untung­an dari usahanya. Jangan juga masih minta subsidi,” ujar Karen.

Menurut dia, saat ini pihaknya sudah memberikan pasokan el­piji se­suai dengan kuota kebu­tuhan daerah masing-masing. Namun, jika tiba-tiba over quota akan diberikan sanksi.

Para pengusaha usaha kecil dan menengah menolak usulan Perta­mina untuk menggunakan elpiji non subsidi. Sebab, akan me­ngurangi pendapatnya.

Penasihat Komunitas Warteg Nusantara Mukroni mengata­kan, pihaknya hingga kini ma­sih ke­sulitan untuk memperoleh elpiji 3 kg. Kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan berdampak pada usaha me­reka.

Mukhroni juga mengatakan, pengusaha warteg belum bisa me­menuhi permintaan perusa­haan minyak pelat merah itu agar menggunakan elpiji non subsidi.

“Kalau menggu­na­kan elpiji non subsidi, maka ke­untungan kami akan berkurang. Apa­lagi, kon­sumen­ kami masyarakat kelas bawah,” kata Mukhroni. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya