Berita

IMI Kunjungi Pulau terdepan NKRI

MINGGU, 10 JUNI 2012 | 11:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komitmen Indonesia Maritime Institute (IMI) mengelola pulau terdepan sebagai halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang maju dan sejahtera tak hanya sekadar retorika.

Sebagai bukti, dalam kunjungan awalnya, Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute, Dr Y. Paonganan, Sekjen HIMATEKINDO, Ajeng Ayu Eviolita, Program studi ilmu kelautan UNIB, pihak KKP dan Lanal Bengkulu berkunjung ke Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu kemarin.

Dalam kunjungan dan survei ini untuk penyusunan program adopsi pulau yang rencananya bekerja sama antara IMI, Ditjen KP3K KKP, dan Universitas Bengkulu. 

Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute, Dr Y. Paonganan mengungkapkan banyak persoalan mendasar di pulau Engggano yang harus segera diselesaikan terutama keadaan sosial-ekonomi, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat di salah pulau terdepan indonesia itu selain persoalan ekositem lingkungan disana.

Dalam pengamatan Doktor lulusan IPB ini di lapangan, ada tiga hal yang patut disoroti dan segera ditindaklanjuti pemerintah. Pertama keadaan transportasi laut antara Bengkulu dan Enggano yang minim dan jauh dari keadaan ideal.

"Hanya ada satu kapal fery dan kapal perintis. Keadaannya sangat tidak memadai. Kalau terjadi badai sangat susah untuk diakses. Dengan letak geografis Enggano yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia seharusnya keadaan dan ukuran kapal disesuaikan sehingga tidak mengganggu keadaan ekonomi masyarakat disana," ucapnya dalam rilis yang diterima (Minggu, 10/6). 

Kedua, akses telekomunikasi sangat sulit. Di pulau itu hanya ada satu pemancar telekomunikasi. Itupun masih sangat tradisional dengan bantuan sinar matahari.

"BTS Telkomsel butuh pembenahan karena powernya hanya andalkan sinar matahari. Saat mendung sulit komunikasi. Terindikasi jatah BBM untuk mesin diesel disalahgunakan sehingga hanya andalakan sinar matahari. Ini perlu mendapat perhatian dari pihak Telkomsel untuk optimalkan pelayanan telekomunikasi di pulau terdepan NKRI," sambungnya.

Ketiga, terjadinya monopoli BBM lewat koperasi ke masyarakat yang diindikasikan dimiliki seorang mantan  pejabat TNI-AL Bengkulu.

"Sebelum koperasi itu ada, masyarakat bisa dengan mudah mengakses BBM ke Bengkulu. Tapi setelah koperasi itu ada, semua akses masyarakat terhadap BBM ditutup, sehingga masyarakat sangat tergantung pada pasokan koperasi dan kuotanya yang sangat terbatas sebab itu kami minta pihak pertamina menghentikan praktek monopoli ini ," ungkapnya.

Melalui kunjungan awal ini diharapkan program adopsi pulau yang saat ini tinggal menunggu finalisasi draft MoU antara IMI-KKP dan UNIB diharapkan segera rampung di tahun 2012 ini.

Sehingga dapat disusun  program-program mendasar yang sesuai dengan keadaan realitas masyarakat dipulau tersebut.

"Hal tersebut sebagai bentuk komitemen semua pihak untuk  menjadikan pulau terdepan sebagai selayaknya beranda negeri yang sejahtera dan maju," ucap ajeng sekjen HIMATEKINDO.  [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya