Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Aman, Lobinya Cuma di Ruang Rapat DPR

MINGGU, 10 JUNI 2012 | 08:13 WIB

RMOL.Aroma politisasi dalam proses seleksi Dewan Komisioner Oto­ritas Jasa Keuangan (DK OJK) mulai menyeruak. Kasak-kusuk lobi oleh beberapa kandidat su­dah dimulai. Kegiatan itu dikha­watirkan akan mempengaruhi independensi DPR dalam proses seleksi anggota DK OJK.

Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta mengatakan, Komisi XI DPR akan berusaha menjamin independensi saat melakukan proses seleksi anggota DK OJK.

“Berbagai politisasi akan di­hindari, termasuk ada konflik kepentingan antara calon dengan anggota DPR,” janjinya.

Arif mengungkapkan, lobi-lobi yang dilakukan calon anggota DK OJK masih sebatas komuni­kasi dan hal itu masih wajar.

“Se­jauh ini komunikasi calon anggota DK OJK biasa saja de­ngan anggota Komisi XI DPR. Lobi-lobi hanya saat bertemu di ruang rapat DPR, saat proses fit and proper test,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (7/6).

Menurut Arif, jika ada perte­mu­an-pertemuan lain di luar hal tersebut, mung­kin saja bisa ter­jadi. Apalagi jika antara calon-calon anggota DK OJK itu sudah kenal lama atau bahkan berte­man baik dengan anggota Ko­misi XI DPR.

Namun, politisi PDIP ini me­nga­takan, bagi­nya yang terpen­ting komunikasi ataupun lobi-lobi tersebut tidak mempengaruhi proses pengam­bilan keputusan.

“Kami akan men­jalankan tu­gas untuk me­milih anggota DK OJK sesuai ketentuan yang berlaku seobjektif mungkin,” pungkas Arif.

Kaum profesional yang terga­bung dalam Asosiasi Profesi Pa­sar Modal Indonesia (APPMI) mengharapkan DPR tidak ter­pan­cing atau bahkan justru mem­fa­silitasi lobi-lobi itu. Dikha­watir­kan kegiatan seperti itu akan meng­hilangkan objektivitas dan mem­buat buruk kredibilitas OJK kelak.

“Ya, aroma politisasi se­leksi komisioner OJK di DPR tidak ter­hindari. Para anggota DPR sen­diri yang mengatakan mereka sudah dilobi banyak pi­hak. Dan kita meminta supaya hal itu tidak dibiarkan,” ujar Sekjen APPMI Benny Nasution.

Benny mengakui, proses seleksi DK OJK di DPR merupakan do­main politik. Namun, ia minta hendaknya DPR tidak men­jadi­kan pertimbangan kepenti­ngan politik yang paling utama. Sebab, jika demikian, obyektivitas mere­ka akan hilang. Padahal, menu­rutnya, OJK harus men­jadi lem­baga independen karena harus me­ngawasi sektor keuang­an yang sangat besar dan penting.

Karena itu, Benny mengata­kan, DPR harus menutup pintu pada lobi-lobi yang dilakukan oleh berbagai pihak dan berfokus pada integritas serta kompetensi para kandidat. “Kandidat yang paling banyak kasak-kusuk ja­ngan dipilih. Yang paling sering melakukan lobi, sisihkan saja. Citra DPR akan jadi jelek nanti, karena dikira sudah mendapat uang,” kata Benny. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya