Berita

Langkah Pertama Mematahkan Predikat "Raja Tanpa Mahkota"

SABTU, 09 JUNI 2012 | 16:10 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Dari generasi ke generasi, Belanda adalah tim dengan komposisi pemain yang selalu disegani dunia. Mulai dari era Johann Cruyf, Marco van Basten, Seedorf, Ruud van Nistelrooy hingga Robin van Persie, tim Oranje selalu disesaki pemain berkelas.

Pemain asal Negeri Kincir Angin itu pun kerap kali menjadi bintang di liga-liga top Eropa. Saat ini, van Persie (Arsenal, Inggris) dan Arjen Robben (Bayern Muenchen, Jerman) adalah dua nama yang mencolok. Jangan lupa Wesley Sneijder (Inter Milan, Italia), Ibrahim Afellay (Barcelona, Spanyol) dan masih banyak lagi.

Untuk merebut piala Henri Delaunay tahun ini, tim yang punya mars "Hup Holland Hup" itu menyertakan empat pemain muda mereka yang diproyeksikan untuk masa depan, yaitu Luuk de Jong, Luciano Narsingh, Kevin Strootman dan Jetro Williems. Rata-rata umur mereka masih di bawah 23 tahun.


Regenerasi di Timnas Belanda terkenal luar biasa cepat. Namun, kehebatan para pemainnya sayang sekali tidak diikuti dengan prestasi di kancah internasional. Timnas Belanda hingga kini dijuluki "raja tanpa mahkota".

Terakhir memenangkan Euro adalah tahun 1988. Sisanya mereka hanya menempati peringkat kedua dan bahkan di ajang Piala Dunia pun mereka sudah tiga kali cuma menjadi runner up.

Piala Dunia 2010 mungkin menjadi gambaran tepat untuk itu. Belanda tidak terkalahkan dari fase penyisihan hingga babak final, hingga akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol setelah menempuh perpanjangan waktu.

Modal besar kali ini dibawa anak asuhan Bert van Marwijk. Tim mereka jauh lebih siap. Robin van Persie sedang dalam performa terbaik dan Robben yang ingin menuntaskan gelar treble runner-up nya musim ini.

Kemenangan demi kemenangan sampai berhasil membawa pulang trofi ke kampung halaman mereka pasti akan bermakna banyak. Selain memutus tradisi juara dua, gelar juara tentu efektif membungkam mulut para suporter rasis yang sering melecehkan pemain mereka yang berkulit gelap. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya