Stiker BBM Non Subsidi
Stiker BBM Non Subsidi
RMOL. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyiapkan 70 ribu stiker BBM non subsidi untuk mobil dinas pemerintahan di Jabodetabek. Namun, kebijakan itu dinilai hanya imbauan karena sanksi buat yang melanggar sifatnya cuma administratif.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengaÂtakan, program penghematan enerÂÂgi dengan melarang kenÂdaraan diÂnas menggunakan BBM subÂsidi tidak akan maksimal dan raÂwan bocor. “Sekarang saja maÂsih baÂnyak mobil dinas yang beÂlum diÂtempel stiker itu,†katanya keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia menyayangkan kebijakan itu yang sekadar imbauan dan tidak ada sanksi tegas terhadap PNS yang masih menggunakan BBM subsidi.
“Kebijakan ini banci karena tiÂdak ada sanksi tegas,†kritiknya.
Namun, Mamit berÂharap progÂram pemerintah itu dilakuÂkan konsisten dengan sanksi tegas. PaÂsalnya, baÂnyak sekali aturan soal pengÂhematan energi yang tidak dijalankan maksimal.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo memasÂtikan penggunaan stiker BBM berÂsubsidi di Jabodetabek selesai pertengahan bulan ini.
“Kita sudah siapkan 70 ribu (stiÂker) untuk Jabodetabek. Saya yaÂkin pertengahan bulan ini seÂlesai ditempel semuanya,†ungÂkap Evita saat ditemui usai acara Wisuda PTK Akademi Minyak dan Gas Bumi-Sekolah Tinggi Energi Mineral di Cepu, Jawa Tengah, kemarin.
Evita menjelaskan, pelarangan penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pemerintah, pemÂda, BUMN dan BUMD yang diÂberÂlakukan 1 Juni baru menÂcakup wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi-Tangerang-Bekasi (JaboÂdetabek). UnÂtuk PuÂlau Jawa dan Bali akan diterapkan Agustus.
“Nanti kita biÂkin untuk yang Jawa dan Bali. MesÂkipun wilayah Jawa Barat (JaÂbar) sudah bikin senÂdiri. Mirip yang kita (ESDM) punya, tapi lamÂbangnya Pemda Jabar,†terangnya.
Menurutnya, stiker itu untuk meÂmudahkan petugas pom benÂsin mengingatkan para pengÂguna mobil pelat merah agar tidak lagi menggunakan BBM subsidi. “Itu gunanya pasang stiker, karena kami tahu belum tentu petugas pom bensin berani mengingatÂkan,†cetus Evita.
Dia menyadari, belum semua mobil operasional milik pemeÂrintah dikasih stiker. Namun, ia mengingatkan aparat pemerinÂtah harus menjadi contoh bagi masÂyarakat agar tidak mengguÂnakan BBM bersubsidi.
“Tapi saya baru mendapat laÂporan, dari seluruh kementerian yang ada tinggal 6 instansi lagi yang belum terpasang, lebih dari 50 persen sudah,†bebernya.
Saat ditanya pengawasan KeÂmenterian ESDM soal itu, Evita cuma tersenyum sambil berujar, “Hampir setiap hari saya dapat laÂporan BPH Migas bersama keÂpolisian. Tapi ya kita belum terÂlalu keras, pokoknya diingatkan saja mobil pemerintah dengan stiÂker orange itu nggak boleh lagi mengÂgunakan lagi BBM berÂsubsidi,†katanya.
Ditanya sanksi apa yang akan dijatuhkan jika terbukti ada yang melanggar aturan tersebut, Evita menjawab dengan santai.
“Untuk sementara baru sanksi adminisÂtratif saja. Itu diserahkan kepada masing-masing atasan di kantorÂnya, bisa berbentuk lisan atau teÂguran tertulis,†ucapnya.
Dia mengaku tak begitu khawaÂtir jika ada pegawai peÂmeÂrintah yang nantinya meÂlaÂkukan keÂcuÂrangan. Dia yakin betul penemÂpelan stiker cukup ampuh untuk mengurangi pengÂgunaan BBM subsidi. “Nggak masalah kalau ada yang berbuat curang. Lagi pula itu tugas kepala bagian umum, pokokÂnya semua mobil yang terÂcatat keÂpunyaan negara langsung ditemÂpelin stiker,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04