Berita

maruarar sirait/ist

CENTURYGATE

Ketua PDI Perjuangan: Klaim Pemerintah dan Persepsi di Lapangan Tidak Nyambung

KAMIS, 07 JUNI 2012 | 12:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sebagian besar masyarakat Indonesia merasa tidak puas dengan penyelesaian kasus Bank Century yang tidak jelas ujungnya.

Demikian salah satu hasil survei nasional terkait hubungan antara satu kasus hukum dengan pilihan partai politik bagi pemilih pemuda. Survei ini pun menjadi acuan dalam Rapat Koordinasi Bidang Pemuda dan Olehraga DPP PDI Perjuangan ke-III yang digelar di DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta, siang ini (Kamis, 7/6).

Berdasarkan survei ini, sebanyak 86,2 persen dari 1200 koresponden menyatakan tidak puas atas penyelesaian skandal yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu. Sementara itu, hanya sekitar 4,6 persen yang merasa puas, dan yang menyatakan tidak tahu sebanyak 9,2 persen.


Survei yang dilakukan pada 8 hingga 13 Mei ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Sementara margin error survei yang memilih responden yang berusia di bawah 30 tahun ini adalah plus minus 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menyikapi hasil survei ini, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait merasa aneh. Sebab selama ini pemerintah sering mengkampanyekan bahwa Indonesia saat ini berlandaskan hukum. Tapi faktanya, mayoritas pemuda menilai proses hukum Century tidak jelas juntrungannya.

"Padahal pemerintah selalu mengatakan sudah menjadikan hukum sebagai panglima," ungkap Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, mempertanyakan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya