Berita

Ditegaskan, Tak Ada Karyawan PT. Bhakti Investama Bernama James Gunardjo

KAMIS, 07 JUNI 2012 | 09:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak ada karyawan PT. Bhakti Investama bernama James Gunardjo, yang disebut-sebut sebagai pihak yang ikut ditangkap bersama TH kemarin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. TH adalah Kepala Seksi KPP Pajak Sidoarjo.

"Nggak betul. Nggak ada. Pengusaha pula lagi katanya. Aku juga bingung," ujar Corporate Secretary PT Media Nusantara Citra Arya Sinulingga kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 7/6).

PT Bhakti Investama Tbk merupakan bagian dari grup PT MNC, perusahaan milik Hary Tanoesudibjo. Karena tidak ada karyawan PT Bhakti Investama yang bernama James Gunardjo, pihaknya pun tidak akan mengklarifikasi ke lembaga anti korupsi tersebut. "(Jurubicara KPK) Johan (Budi) juga kan nggak ngomong. Jadi ngapain," jelasnya.

Karena itu pihaknya menyayangkan informasi yang tidak benar itu beredar. Dia pun berharap, informasi ini mencuat bukan karena ada pihak yang mempunyai kepentingan dan menyetting beredarnya informasi tersebut.

Dalam konferensi pers semalam, Johan Budi membenarkan pihaknya menangkap TH dan JG serta satu orang lagi. "Mereka ditangkap karena kami duga TH menerima sejumlah uang dari JG berkaitan dengan kepengurusan pajak," kata Jurubicara KPK, Johan Budi di Kantor KPK, Jakarta, Rabu malam (6/6).

Dijelaskan dia, TH adalah Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim II. Sedangkan, JG merupakan seorang pengusaha. "Kalau yang satu lagi tidak dapat disebutkan namanya, lantaran saat diperiksa dia mengaku sebagai saudara dari TH, seperti hanya diajak," kata Johan.

Nah, sebelumnya penjelasan Johan ini semalam, informasi yang diperoleh bahwa JG itu adalah James Gunardjo, karyawan perusahaan modal tersebut.

"Yang kita ketahui dia itu wajib pajak dan pengusaha. Dari Jawa Timur atau Jakarta, masih kita selidiki," ucap Johan saat dikonfirmasi apakah memang JG itu adalah James Gunardjo anak buah Hary Tanoe di perusahaan modal tersebut. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya