Berita

Perusahaan Gas Negara (PGN)

Bisnis

PGN Tak Boleh Gelap Mata Kerek Harga Gas

KAMIS, 07 JUNI 2012 | 08:13 WIB

RMOL.Kalangan pengusaha me­minta Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak gelap mata alias se­enaknya dalam menaikkan harga jual gas ke industri. Me­reka mengancam akan me­la­kukan aksi demo dan mogok produksi jika BUMN gas itu tetap bersikeras menaikkan harga jual gas dari 6,6 dolar AS per Million Matrix British Thermal Unit (MMBTU) men­­­­jadi 10,2 per MMBTU. Ke­naikan harga jual gas PGN yang hampir 60 persen itu di­nilai memberatkan industri.

Ketua Umum Gabungan Pe­ngusaha Makanan dan Mi­numan (Gapmmi) Adhi Luk­man mengatakan, seharusnya ke­naikan harga gas dilakukan secara bertahap setiap tiga bu­lan hingga Desember 2013. Yaitu dengan besaran ke­naik­an 5-10 persen per ta­hapan.

“Sehingga untuk tahap per­tama kenaikan harga gas cu­kup menjadi 7,2 dolar AS per MMBTU dan berikutnya men­­jadi 7,5 dolar AS per MMBTU,” ujarnya kepada Rak­yat Merdeka menanggapi  pertemuan antara industri kon­sumen gas dan PGN di Ja­karta, kemarin.

Menurut Adhi, industri ma­kanan dan minuman akan ter­puruk jika kenaikan harga gas hingga 55 persen tersebut tetap di­paksakan. Karena itu, ka­la­ng­an industri mengancam melakukan aksi de­mon­s­trasi dan mogok produksi jika ke­naikan ini tetap dipaksakan. “Kami akan demo,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Per­us­ahaan PGN Heri Yusup me­ngatakan, kenaikan harga gas tersebut dikarenakan harga pembelian gas PGN ke kon­trak­tor kontrak kerja sama (KKKS) juga mengalami pe­ningkatan sejak 1 April 2012.

“Saat ini, kenaikan harga gas masih dalam tahap sosiali­sasi ke industri. Kami akan eva­­lua­si masukan-masukan yang di­dapat,” tukas Heri.

Menurut dia, berdasarkan so­­sialisasi yang dilakukan, se­jumlah asosiasi dan konsumen industri sudah setuju dengan ke­­naikan, namun dengan sya­rat pasokan gas tidak meng­a­lami penurunan dan bahkan di­harapkan meningkat. “Per­tim­bangan kami setuju dengan ke­naikan harga gas dari KKKS juga karena ada jaminan tam­bahan pasokan gas,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi In­dustri Aneka Keramik In­do­nesia (Asaki) Achmad Wi­jaya mengatakan, kenaikan harga gas tidak bisa dipak­sakan se­cara tiba-tiba. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya