Berita

Elpiji 3 Kg

Bisnis

Elpiji 3 Kg Masih Langka Sidak Agen Nggak Ngaruh

Pertamina Ancam Laporin Pengoplos Tabung Melon Ke Polisi
SELASA, 05 JUNI 2012 | 09:18 WIB

RMOL. PT Pertamina (Persero) mengancam akan mencopot agen elpiji 3 kilogram (kg) yang terbukti melakukan pengoploson. Hal itu terkait dengan kelangkaan ‘tabung melon’ tersebut di beberapa daerah.

Untuk membuktikan anca­man­nya, kemarin, Pertamina yang di­pimpin langsung Direktur Pe­ma­saran dan Niaga Hanung Bu­dya Yuktyanta melakukan in­spek­si mendadak (sidak) ke be­berapa agen elpiji di wilayah Jakarta.

Selain untuk memeriksa ke­ter­­sedian elpiji 3 kg, sidak ter­sebut juga dalam rangka pe­ngawasan terhadap para agen. Tujuan sidak perusahaan pelat merah itu antara lain agen PT Dian Jan Adnan di Jalan Mam­pang Prapatan XV No. 6, Toko Jamal Jalan Mampang Prapatan XV yang beromzet 150 tabung per hari serta Toko Yunus Jalan Pancoran Barat II yang ber­omzet 250 tabung per hari.

“Kalau ada agen yang ngoplos kita pecat. Pasti itu, kalau perlu ki­ta laporkan polisi. Tetapi kalau pe­ngoplos yang di luar Pertamina kita minta polisi dan polisi sudah sangat aktif saat ini,” tegasnya.

Hanung mengatakan, dengan adanya penertiban jalur distribu­si, diketahui ada indikasi elpiji subsidi itu banyak disalahgu­na­kan seperti dioplos ke tabung elpiji 12 kg. Hal itulah yang me­nyebabkan pasokan si tabung me­lon itu langka di pasaran.

Karena itu, perseroaan mel­a­kukan penertiban. Sebab, pi­hak­nya tak ingin gas subsidi  disalah­gunakan dan ber­dampak pada over quota. Per­tamina juga harus memastikan elpiji bersubsidi ti­dak melampaui kuota yang ada.

Menurutnya, Pertamina telah melakukan penyaluran ekstra el­piji untuk memenuhi kebutuh­an masyarakat di beberapa wi­layah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Volume tambahan untuk ke­tiga wilayah tersebut dalam 6 hari ter­akhir mencapai 283.243 tabung per hari atau rata-rata 22 persen di atas alokasi harian di lokasi ter­sebut. Untuk daerah Bekasi, Ka­­rawang, Purwakarta, dan Su­bang pada periode yang sama, telah dilakukan extra drop­ping seba­nyak 636.360 ta­bung elpiji 3 kg.

Ketua Harian Yayasan Lem­baga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menga­ta­kan, sidak-sidak yang dilakukan Per­tamina untuk mengawasi per­edaran dan mengantisipasi ke­langkaan elpiji 3 kg tidak akan efektif selama disparitas harga dengan elpiji 12 kg masih tinggi.

Menurut dia, selama ini Per­tamina juga belum bisa men­je­laskan alasan kelangkaan elpiji 3 kg itu, apakah karena adanya pe­ningkatan permintaan atau pe­ngoplosan.

“Salah satu cara untuk mene­kan over quota adalah menge­cilkan disparitas harga elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram,” ujarnya.

Dia juga meminta Per­tamina segera melakukan pen­ju­alan de­ngan sisitem distribusi ter­tutup. Hal itu bertujuan agar elpiji sam­pai ke tangan yang berhak.  

Kelangkaan elpiji 3 kg juga ter­jadi di Pekalongan, Jawa Te­ngah. Dalam sepekan terakhir, harga gas mengalami kenaikan. Jika har­ga normal Rp 13.500, saat ini loncat menjadi Rp 15.000 per ta­bung. Kenaikan itu dikare­nakan jumlah pasokan berku­rang, se­dangkan permin­taan stabil.

Dari pantauan Rakyat Merdeka di salah satu agen, tidak terlihat banyaknya si tabung melon. Mes­­ki demikian, aktivitas di agen ter­sebut tetap seperti biasa, hanya saja jumlah pasokan berkurang. Sebelumnya, dalam seminggu diberi pasokan seba­nyak 30 ta­bung, tapi hingga kini agen ter­sebut belum mendapat jatah pa­sokan yang memadai.

Seorang pengecer elpiji 3 kg, Sahroni meng­atakan, karena ca­kupan yang sangat luas, maka jumlah 30 ta­bung sangat kurang.

“Luas Ka­bupaten Pekalongan lebih besar dibanding Kota Peka­longan, sehingga pendistribusian biasanya ter­sendat atau tidak me­rata. Kelangkaan atau keterba­ta­san jum­lah barang, akan mem­buat pedagang pengecer saling berebut untuk mendapatkan­nya,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya