Berita

BP Migas

Bisnis

Awas, BP Migas Bisa Kecolongan Investor Asing

Bos Astro Diam-diam Kuasai Tiga Blok Migas
SELASA, 05 JUNI 2012 | 08:27 WIB

RMOL. Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Mi­gas) diminta berhati-hati dalam menggaet investor asing. Rekam jejak investor asing sa­ngat mem­pengaruhi pengelo­laan bisnis minyak dan gas bumi nasio­nal. Jangan sampai BP Migas ke­co­longan investor asing yang nakal.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto meminta BP Mi­­gas lebih selektif kepada pa­ra in­ves­tor yang akan bekerja sa­ma dan me­nanamkan modal­nya di In­do­nesia. “Ketika pemerintah mela­ku­­kan tender sebuah proyek, maka ha­rus benar-benar menye­leksi kon­­trak­tor dan investornya seketat mungkin. Dalam hal ini Dirjen Mi­­gas yang me­nyeleksi wi­layah kerja yang telah disepa­kati,” ucap­nya kepada Rakyat Mer­deka di Jakarta, kemarin.

Hal itu dikatakan Dito menang­gapi manuver bos Astro Anandha Khrisnand yang mulai mengincar blok mi­gas di Tanah Air. Seharus­nya, kata Dito, investor atau pe­ngu­­saha lokal yang diutamakan. Ke­cuali, tidak ada in­vestor lo­kal yang mau.

“Asalkan pembagian royalti­nya jelas dan harus mengun­tung­kan negara,” cetusnya.

Dari informasi yang diterima Rakyat Merdeka, Ananda Khris­nand memiliki setidaknya tiga pe­rusahaan di Indonesia yang telah mendapatkan konsesi baik dari Pertamina maupun BP Migas, yakni Tately Budong-Bu­dong NV, Zodan NV dan Zudavi NV.

Melalui ketiga perusa­haan­nya itu, Ananda mengusai blok migas di Nusantara, masing-ma­sing ada­lah Tately Budong-Budong NV be­­kerja sama dengan BP Migas yang menggarap di Blok Budong-Budong, Kabupa­ten Mamuju Su­la­wesi Selatan sejak tahun 2007.

Kemudian Zodan NV be­kerja sama dengan Pertamina meng­ga­rap Blok Popodi sejak tahun 2001. Selain itu juga, Zudavi NV be­kerja sama dengan Pertamina meng­ga­rap di Blok Papalang se­jak ta­hun 2001. Ketiga unit usaha ter­sebut nya­­tanya dimiliki oleh Excorp Hol­ding, yang 100 persen saham­nya dimiliki oleh Pan Oce­an Ma­na­­gement (POM) dan Anan­da me­miliki saham terbesar di POM.

Nama Konglomerat asal Ma­laysia Ananda Krisnand (owner Astro Group Malaysia) diduga punya kaitan dengan CEO Astro Group M­alaysia Ralph Marshall. Saat ini, Ralp masuk Daftar Pen­carian Orang (DPO) Mabes Polri bernomor DPO/05/VI/2012/DIT karena terkait kasus hukum antara Astro All Asian Network dan dengan bekas kongsinya yaitu PT. Ayunda Prima Mitra.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana  mengatakan, merujuk data BP Migas tahun 2010, rea­lisasi investasi hulu migas men­capai 11,03 miliar dolar AS. Jum­lah itu na­ik 23 persen menjadi  13,59 miliar dolar AS tahun lalu. Tahun ini ditargetkan akan naik menjadi 15 miliar dolar AS.

“Ke­naikan investasi ini me­nun­jukkan iklim investasi di Indo­nesia bagus. Bahwa ada be­berapa atu­ran yang tidak me­nye­nangkan investor, itu tidak merusak iklim investasi,” ujar Gde. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya