BP Migas
BP Migas
RMOL. Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP MiÂgas) diminta berhati-hati dalam menggaet investor asing. Rekam jejak investor asing saÂngat memÂpengaruhi pengeloÂlaan bisnis minyak dan gas bumi nasioÂnal. Jangan sampai BP Migas keÂcoÂlongan investor asing yang nakal.
Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto meminta BP MiÂÂgas lebih selektif kepada paÂra inÂvesÂtor yang akan bekerja saÂma dan meÂnanamkan modalÂnya di InÂdoÂnesia. “Ketika pemerintah melaÂkuÂÂkan tender sebuah proyek, maka haÂrus benar-benar menyeÂleksi konÂÂtrakÂtor dan investornya seketat mungkin. Dalam hal ini Dirjen MiÂÂgas yang meÂnyeleksi wiÂlayah kerja yang telah disepaÂkati,†ucapÂnya kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Hal itu dikatakan Dito menangÂgapi manuver bos Astro Anandha Khrisnand yang mulai mengincar blok miÂgas di Tanah Air. SeharusÂnya, kata Dito, investor atau peÂnguÂÂsaha lokal yang diutamakan. KeÂcuali, tidak ada inÂvestor loÂkal yang mau.
“Asalkan pembagian royaltiÂnya jelas dan harus mengunÂtungÂkan negara,†cetusnya.
Dari informasi yang diterima Rakyat Merdeka, Ananda KhrisÂnand memiliki setidaknya tiga peÂrusahaan di Indonesia yang telah mendapatkan konsesi baik dari Pertamina maupun BP Migas, yakni Tately Budong-BuÂdong NV, Zodan NV dan Zudavi NV.
Melalui ketiga perusaÂhaanÂnya itu, Ananda mengusai blok migas di Nusantara, masing-maÂsing adaÂlah Tately Budong-Budong NV beÂÂkerja sama dengan BP Migas yang menggarap di Blok Budong-Budong, KabupaÂten Mamuju SuÂlaÂwesi Selatan sejak tahun 2007.
Kemudian Zodan NV beÂkerja sama dengan Pertamina mengÂgaÂrap Blok Popodi sejak tahun 2001. Selain itu juga, Zudavi NV beÂkerja sama dengan Pertamina mengÂgaÂrap di Blok Papalang seÂjak taÂhun 2001. Ketiga unit usaha terÂsebut nyaÂÂtanya dimiliki oleh Excorp HolÂding, yang 100 persen sahamÂnya dimiliki oleh Pan OceÂan MaÂnaÂÂgement (POM) dan AnanÂda meÂmiliki saham terbesar di POM.
Nama Konglomerat asal MaÂlaysia Ananda Krisnand (owner Astro Group Malaysia) diduga punya kaitan dengan CEO Astro Group MÂalaysia Ralph Marshall. Saat ini, Ralp masuk Daftar PenÂcarian Orang (DPO) Mabes Polri bernomor DPO/05/VI/2012/DIT karena terkait kasus hukum antara Astro All Asian Network dan dengan bekas kongsinya yaitu PT. Ayunda Prima Mitra.
Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, merujuk data BP Migas tahun 2010, reaÂlisasi investasi hulu migas menÂcapai 11,03 miliar dolar AS. JumÂlah itu naÂik 23 persen menjadi 13,59 miliar dolar AS tahun lalu. Tahun ini ditargetkan akan naik menjadi 15 miliar dolar AS.
“KeÂnaikan investasi ini meÂnunÂjukkan iklim investasi di IndoÂnesia bagus. Bahwa ada beÂberapa atuÂran yang tidak meÂnyeÂnangkan investor, itu tidak merusak iklim investasi,†ujar Gde. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04