Berita

Pengusaha Ritel

Bisnis

Pengusaha Ritel Menjerit Maju Kena Mundur Kena

Muncul Kelangkaan Akibat Rencana Pembatasan Impor Hortikultura
SELASA, 05 JUNI 2012 | 08:03 WIB

RMOL. Pelaksanaan peraturan pembatasan impor hortikultura mulai pertengahan Juni ini terus mengundang reaksi. Mereka kesulitan untuk mendapatkan pasokan pengganti bila impor hortikultura dibatasi.

Wakil Sekjen Asosiasi Pengu­saha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid Ahmadi mengaku sudah menyurati pemerintah un­tuk segera mengkaji Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.3 Tahun 2012 dan Peratu­ran Menteri Perdagangan (Per­men­dag) No.30 Tahun 2012 yang mengatur impor hortikul­tura.

   “Aprindo sudah mengirim­kan surat resmi kepada Dirjen Per­dagangan Luar Negeri Ke­men­te­rian Perdagangan Deddy Saleh. Surat itu sudah mendapat respons dari mereka, kami di­janjikan akan bertemu minggu depan untuk mem­bahas peraturan impor hor­tikultura itu,” ujarnya kepada Rak­­yat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Head of Public Affairs PT Carre­four Indonesia ini menga­takan, pengusaha ritel tidak anti produk lokal dan tidak juga pro impor. Tetapi produk horti­kul­tura pada kenyataannya belum bisa dipenuhi dari dalam negeri.

“Kalau ada produk dalam ne­geri tentunya kami akan senang. Na­mun kenyataannya produk hor­ti­kultura dalam negeri belum bisa dipasok secara kontinyu, se­men­tara permintaan terus me­ning­­kat,” ungkapnya seraya me­nam­bahkan, kini pengu­saha ritel iba­ratnya maju kena mun­dur kena.

Carrefour, kata Satria, men­jadi salah satu ritel yang banyak di­ru­gikan aturan pembatasan im­por produk hortikultura. Selain mem­batasi pintu masuk impor, peritel juga tak bisa me­ngimpor lang­sung. Selama ini kom­posisi hor­tikultura lokal diban­ding­kan im­por Carrefour menca­pai 40:60. Carrefour me­masok buah lokal 8.817 ton per tahun, sedangkan buah impor 18.021 ton per tahun.

Ketua Umum Aso­siasi Eks­portir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibs­­sindo) Kafi Kurnia mengatakan, sampai saat ini kalangan importir belum bisa mendapatkan pasokan horti­kultura lokal. “Permintaan do­mes­tik sangat tinggi. Tapi pro­duknya sulit dicari,” ujarnya.

Menurut Kafi, kualitas buah dan sayuran Indonesia sebenar­nya cukup bersaing dengan pro­duk impor. Namun, sarana infra­struktur yang kurang mendukung membuat industri hortikultura lo­kal kalah bersaing.

Ia memberi con­toh, buah nanas parit asal Pon­tianak merupakan produk unggu­lan berdaya saing ting­gi, bahkan untuk pasar ekspor.

“Tetapi kami pengusaha buah dan sayur ke­sulitan mendatang­kan produknya ke Jakarta kare­na sulitnya pengang­kutan. Per­nah saya coba datang­kan, malah akhirnya busuk ketika sampai di Tanjung Priok,” ungkap Kafi.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan, kon­sumsi buah per kapita baru men­capai 32,59 ki­logram (kg) per ta­hun dan sa­yuran 40,66 kg per tahun.

Sebelumnya, Peme­rintah me­ner­bitkan Mutual Re­cognize Agreement (MRA) untuk memu­dahkan negara peng­ekspor pro­duk hortikultura ke Indonesia. Ini berlaku bagi negara yang su­dah bersertifikasi keama­nan pangan Indonesia. “Jika suatu ne­gara su­dah me­miliki MRA de­ngan Indo­nesia, maka produk impornya aman,” kata Men­teri Pertani­an Sus­wono. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya