Berita

Alex-Nono

Nusantara

Pengusaha Tionghoa Dukung Alex-Nono

MINGGU, 03 JUNI 2012 | 15:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengusaha Tionghoa di kawasan Pecinan Jakarta menaruh harapan kepada pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono untuk mengatasi persoalan banjir dan keamanan jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Kami sebagai pengusaha dirugikan dengan adanya banjir. Kalau banjir, saya mau dagang sama siapa?" tanya salah seorang perwakilan pengusaha Tionghoa, Tan Po Lian, saat bertemu Nono Sampono dalam coffee morning, di Dunkin Donuts Hayam Wuruk, Jakarta, seperti dilansir JPNN.

Pemilik waralaba Dunkin Donuts ini menyatakan, dirinya sependapat dalam pemikiran dengan pasangan Alex-Nono yang mau menuntaskan masalah banjir dalam waktu tiga tahun sejak terpilih dan memberikan jaminan keamanan dalam waktu satu tahun sejak dipilih.

"Ide Pak Nono dengan saya punya pemikiran satu jalan. Saya berharap, jika terpilih nanti prinsipnya cuma satu, apa yang dijanjikan, dijalankan," ujarnya.

Menurut Po Lian, pemenuhan janji-janji itu sangat penting bagi pengusaha Tionghoa. "Kami tidak mau seperti (gubernur) yang lalu. Cuma janji aja, sampai akhir periodenya, satu pun tidak ada yang dilaksanakan. Contohnya yang lalu, masalah sekolah, kesehatan, dan banjir. Jangan udah banjir baru turun banjir-banjiran. Setelah banjir selesai tidak ada yang dikerjakan. Itu masa-masa lalu seperti itu. Itu yang kami tidak inginkan," bebernya.

Bagi Po Lian, pengusaha Tionghoa akan mendukung calon yang memiliki visi yang baik untuk kemajuan Jakarta. "Pokoknya apa yang dipikirkan sejalan sama kami, baik dengan pengusaha maupun masyarakat," ucapnya.

Po Lian juga berharap, jika nanti Alex-Nono terpilih, masalah perizinan juga harus dibenahi. Selama ini, berbelit-belitnya birokrasi dalam perizinan membuat pengusaha kesulitan. "Perizinan masih tumpang tindih saja. Contohnya salah satu menurut pemikiran saya saja, kalau kami punya lahan, kami bikin IMB, di sana sudah dijelaskan peruntukannya. Untuk mal kah, rumah kah, atau apapun, sudah jelas. Kenapa kalau udah selesai mesti ada IPB (izin penggunaan bangunan). Lalu buat apa izin yang sudah dibuat tadi. Sedangkan di IMB dah jelas disebutkan yang dibangun itu untuk apa. Kenapa mesti ada dua izin," paparnya.

"Tidak hanya itu. Satu lagi, kami sudah mengurus izin usaha, terus kami disuruh bikin lagi izin daftar usaha. Buat apa? Kan sudah ada izin usaha. Saya rasa itu kan nggak perlu," tegasnya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya