Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
RMOL.Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada permainan harga BBM non subsidi antara Pertamina dan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing.
Harga Bahan Bakar Minyak jeÂnis pertamax di Stasiun PengiÂsian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Rp 9.800. Sedangkan harga BBM SuperR95 (setara pertamax) milik Shell dibanderol dengan harga Rp 9.850. SemenÂtara jenis Super R92 seharga Rp 9.250 per liter.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir adaÂnya kartel (kumpulnya pengusaha yang melakukan monopoli peneÂtapan harga jual).
Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said mencurigai adanya kartel antara Pertamina dan pesaingÂnya, Shell. Hal itu lantaran seÂtiap terÂjadi penurunan harga pada SPBU milik PertaÂmina, maka hal yang sama juga diÂlaÂkukan Shell. WakÂtu penuruÂnan harga antar keduaÂnya hanya berselang satu hari.
“Saya melihat ada indikasi karÂÂtel. Contohnya, saat harga PerÂÂtaÂmina menurunkan harga pertaÂmax, maka maka Shell juga langÂsung menurunkan Super R92. Bahkan Shell menurunkan Super R92 lebih rendah dari perÂtamax,†ucap Tadjuddin di kanÂtornya, kemarin.
Menurutnya, sampai saat ini, harga batas atas pertamax tidak diÂtetapkan oleh pemerintah. PaÂdaÂhal, pemerintah berwenang meÂnetapkan harga. Hal itu sesuai putusan Mahkamah Konstitusi nomor 20/PUU-V/2007 yang meÂnyebutkan penetapan harga meÂruÂpakan kewenangan pemerinÂtah namun hanya menyangkut bahan bakar minyak dan gas buÂmi deÂngan spesifikasi tertentu dan tetap memberlakukan persaiÂngÂan pada pasar non subsidi.
“Seharusnya pemerintah meÂngaÂcu pada putusan MK (MahkaÂmah Kosntitusi), yakni tidak hanya menetapkan harga pada BBM dan gas subsidi, melainkan juga harga BBM dan gas non subsidi,†lanjutnya.
Saat dikonfirmasi, Media ReÂlation PT Shell Indonesia Sri WahÂyu Endah mengatakan, peÂnenÂtuan harga jual ditentuÂkan dari Means Of Plats SingaÂpore (MOPS). Selain itu, juga menyeÂsuaikan dengan kurs dolar Singapura.
“Jadi, kalau di sana (SiÂngaÂpuÂra) naik, maka harga BBM non subsidi juga bisa naik. Begitu pun sebaliknya,†ucap Sri kepada RakÂÂÂyat Merdeka, kemarin.
Vice President Corporate CoÂmmunicaÂtion Pertamina MochaÂmad Harun menuturkan, penenÂtuan harga pertamax juga berdaÂsarkan MOPS.
“Seperti sekarang ini, harga pertamax sudah turun menjadi Rp 9.250. Tapi kalau MOPS naik, ya kita juga akan naikÂÂkan harÂganya,†tukasnya kepada Rakyat MerdeÂka, Jumat (1/6).
Perlu diketahui, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor .5 taÂhun 1999 tentang Larangan PrakÂtek Monopoli dan PersaingÂan Usaha Tidak sehat pasal 11 tenÂtang kartel disebutkan, pelaku usaÂha diÂlarang membuat perÂjanjian dengan pelaku usaha peÂÂsaingÂnya, yang bermaksud unÂtuk mempeÂngaruhi harga deÂngan mengatur produksi dan atau peÂmasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat meÂngakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau perÂsaingan usaha tidak seÂhat.
Ogah Beralih
Beberapa petuÂgas SPBU maÂsih malu menolak pengguna moÂbil dinas pemerinÂtah (pelat meÂrah) membeli preÂmium meski pemeÂrintah sudah meÂlaÂrang kendaraÂan dinas mengÂguÂnakan BBM bersubÂsidi tersebut.
“Saya belum berani sih, masih sungkan jadi diisi saja. Ya kalau sudah ada perintah, maka akan memberi tahu pelanggan, tapi kalau pembeli tidak mau bagaiÂmana,†kata Brema Hebrew (22), petugas SPBU di Jalan Pemuda Rawamangun, kemarin.
Dia juga mengaku mengetahui penerapan kebijakan penghemaÂtan penggunaan BBM bersubsidi itu dari koran dan televisi, belum mendapat arahan langsung dari atasannya. Karena itu, dia belum beÂrani menolak permintaan peÂlanggan yang menggunakan moÂbil pelat merah.
Pengawas SuÂpervisor SPBU Jalan Pemuda Rawamangun Eko Hariyanto, mengatakan pihak maÂnajemen sudah memberikan sosialisasi kepada para petugas SPBU, tapi belum menyeluruh.
“Karena kami bekerja berdaÂsarkan shift, pihak manajemen juÂga baru diberi sosialisasi peÂÂmerinÂtah keÂmarin,†kata Eko. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04