Berita

ilustrasi, tambang

Bisnis

Renegosiasi Kontrak Tambang Kok Diam-diam, Laporin Dong

Menko Perekonomian Mau Dipanggil DPR
KAMIS, 31 MEI 2012 | 08:04 WIB

RMOL.Renegosiasi kontrak tambang yang merugikan negara dinilai lamban. Apalagi kalau itu dilakukan secara diam-diam.

“Kita sudah bekerja meski belum ada tanda tangan. Kita silence (diam-diam),” kata Men­teri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di acara Indonesia Mining Con­ference di Jakarta, kemarin.

Wacik berkilah, alasan pe­me­rintah diam-diam  melakukan re­negosiasi kontrak untuk men­jaga kerahasiaan kontrak dari ma­sing-masing perusahaan. Jika pro­ses itu diumumkan, akan ke­tahuan nego perusahaan A bera­pa dan perusahaan B berapa.

Yang jelas, Wacik menegaskan, pemerintah melakukan rene­go­siasi kontrak tambang yang me­rugikan Indonesia.

Dia juga menyatakan, pe­me­rintah tidak ada niat  mem­bang­krutkan perusahaan-peru­sahaan tambang. Hal ini terkait banyak­nya kalangan yang meng­kritik aturan pemerintah yang mela­rang ekspor hasil tambang men­tah dan penetapan pajak ekspor hasil tam­bang mineral.

Menurutnya, pengetatan eks­por barang tambang mentah un­tuk menciptakan nilai tambah le­wat pengembangan industri hilir tam­bang, sehingga pe­nye­rapan tenaga kerja bisa me­ningkat.

“Tujuannya mulia, pro jobs dengan adanya smelter (pabrik pe­murnian) di sini. Jadi kita eks­por konsentrat, jangan lum­pur­nya, makin banyak tenaga ker­ja,” katanya.

Hal berbeda dikatakan Wa­kil Ketua DPR Pramono Anung. Dia mempertanyakan kinerja peme­rintah dalam melakukan renego­si­asi kontrak perusahaan tambang.

Menurut politisi PDIP itu, hing­gi kini renegosiasi kontrak karya belum menunjukkan hasil yang positif. Padahal, kegiatan renegosiasi itu sudah dijalankan pemerintah dari 3,5 tahun lalu.

Karena itu, Pram berencana me­manggil Menko Perkonomian Hatta Rajasa pada 7 Juni 2012 dalam kapasitasnya sebagai Ke­tua Tim Evaluasi renegosiasi kontrak tambang dan migas guna mempertanyakan progres re­ne­gosiasi itu.

“Renegosiasi sudah terlalu la­ma. Harus dilaporkan. Akan kita undang Hatta Rajasa sebagai Ketua Tim Evaluasi,” kata Pram

Bekas Sekjen PDIP ini meni­lai, selama ini kontrak-kontrak peru­sahaan tambang terutama asing, dinilai merugikan Indone­sia. Se­bab itu, perlu dilakukan per­­hitu­ngan ulang sehingga pe­ne­rimaan negara bisa maksimal.

“Jangan karena lex specialis, pengemplangan jadi panjang. Ada pelanggaran amanat undang-undang dari waktu satu tahun, kini sudah 3,5 tahun,” kritik Pram.

Dia juga mengkritik langkah pe­merintah yang menyebutkan terus melakukan renegosiasi secara di­am-diam. Menurutnya, meski pe­merintah melakukan proses rene­gosiasi secara diam-diam, te­tap saja progresnya harus dilaporkan.

“Ada kemajuan tidak dari pe­merintah? Jika memang ter­tutup, tetap harus dilaporkan ke kita, meski minim,” katanya.

Dalam sebuah kesempatan, Hatta mengatakan, proses rene­gosiasi kontrak tambang de­ngan beberapa perusahaan in­dustri ekstraktif tidak berjalan mudah.

“Ada yang semuanya setuju, ada yang setuju sebagian, dan ada yang tidak setuju. Freeport sudah setuju. Makanya, sebaiknya di­tunggu saja, karena renegosiasi ini tidak sederhana,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu proses pembahasan perundingan ulang yang berjalan lama adalah terkait royalti dari hasil tambang peru­sahaan, yang dirasakan masih ku­rang adil bagi Pemerintah Indo­nesia. Menurut dia, pi­hak­nya ti­dak mau dari satu persen naik dua atau tiga kali lipat. Tapi pe­me­rintah ingin sekurang-ku­rang­nya kenaik­an lima kali lipat. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya