Berita

MOBIL ESEMKA/IST

Otomotif

Bambang Tri S Heran Kok Bobot Mobil Esemka Bisa Turun Drastis

RABU, 30 MEI 2012 | 21:10 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mobil Esemka karya pelajar sekolah menengah kejuruan Solo Techno Park (STP) telah terparkir di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Serpong, Tangerang, Banten, sejak kemarin (29/5).

Mobil kebanggaan warga Solo itu tengah menunggu untuk bisa menjalani uji emisi kedua setelah pada uji sebelumnya yang dilakukan akhir Februari lalu, dinyatakan tidak lolos.

Budi Martono yang juga bagian dari tim teknis mobil Esemka menyatakan, pada kesempatan kali ini pihaknya sudah melakukan serangkaian perbaikan. Salah satunya adalah dengan mengurangi bobot mobil yang sebelumnya 1,85 ton menjadi 1,2 ton. Tidak itu saja, kata Budi, perbaikan juga dilakukan mulai dari intake manifold, exhaust manifold, ruang bakar, sampai resetting accu catalisator.

Seberapa besar peluang mobil esemka bisa lolos uji emisi kali ini?


Seberapa besar peluang mobil esemka bisa lolos uji emisi kali ini?

"Saya belum tahu apakah esemka masuk Euro (European Emission Standards) 1 atau 2. Makin angkanya besar itu emisi makin rendah. Sekarang coba ditanyakan apakah sudah dilengkapi katalis konverter, kalau tidak ada ya ora iso lolos kecuali record-nya dimainkan. Misalnya, standarnya harus Euro satu tapi laporannya di-upgrade jadi Euro dua. Pengecekannya harus kita lihat dulu," ujar pengamat otomotif, Bambang Tri Sasongko panjang lebar saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Rabu malam (30/5).

Ditanya lebih lanjut mengenai ini, Bambang enggan berkomentar jauh. Lebih dari itu, dirinya justru mempertanyakan penurunan bobot mobil Esemka hingga mencapai 650 kilogram.

"Pengurangannya sangat signifikan, kan aneh sebuah rancang bangun tiba-tiba dalam beberapa waktu singkat kok bisa turun dari 1,85 ton menjadi 1,2 ton. Jangan-jangan tanpa jok, stir, mesinnya dicopot. Itu pengurangannya tidak masuk akal berarti salah desain," ujarnya bernada heran.

Pria bersapaan Ongky ini menjelaskan, untuk mendesain mobil riilnya membutuhkan waktu lima tahun mulai dari perencanaan, uji tabrakan (crash test), uji kemiringan sampai dengan prototipe. Itupun belum tentu laku dijual. Sehingga, menurutnya sangat aneh jika mobil Esemka mampu mengurangi bobotnya sedemikian dratis dalam hitungan bulan sejak uji emisi pertama.

Bahkan secara tegas ia yang sudah kurang lebih 25 tahun menggeluti dunia otomotif katakan hingga saat ini di sekolah menengah kejuruan manapun di Indonesia belum ada kurikulum desain mobil.

"Saya katakan tidak ada, yang ada belajar teknik otomotif. Apa itu kabulator, ban, gigi, transmisi," sambungnya. [wid]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya