Berita

ilustrasi

Bisnis

Pemerintah Diminta Terapkan Program Swasembada Kedelai

RABU, 30 MEI 2012 | 08:39 WIB

RMOL. Harga kedelai masih me­lambung. Para pengusaha tem­pe dan tahu menjerit, pe­me­rintah diminta segera merea­lisasikan program swa­sem­bada kedelai untuk meng­an­tisipasi fluktuasi harga kedelai yang cenderung melonjak.

“Kemungkinan naiknya har­ga kedelai akan selalu ada. Apalagi, kenaikan harga ke­delai tahun ini sudah diprediksi lembaga-lembaga dunia sejak tahun lalu. Pemicunya, naiknya permintaan untuk konsumsi dan bahan baku energi alternatif. Apalagi kedelai merupakan barang komoditi dunia,” kata Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini.

Benny meminta pemerintah segera meredam gejolak ke­naikan harga kedelai. Salah satunya dengan segera mere­alisaskan program swa­sem­bada kedelai. Menurutnya, swasembada pangan itu harus ditingkatkan bukan hanya sekadar wacana.

Ketua Pusat Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Pus­kopti) Jawa Barat Asep Nurdin mengatakan, pemerintah mesti memperbaiki situasi pasar kedelai nasional. Salah satunya dengan penerapan program swasembada.

Menurut dia, saat ini tingkat kebutuhan kedelai nasional berada di kisaran 2,2 juta ton per tahun. Sementara produksi kedelai nasional hanya 700 ribu-900 ribu ton per tahun.

Menurut Asep, pember­da­yaan petani kedelai oleh pe­merintah saat ini masih sangat minim. Hal tersebut terlihat dengan indikasi tidak terca­painya target produksi kedelai nasional oleh pemerintah ta­hun ini. Pasalnya, pada periode Januari-Maret, produksi ke­delai nasional hanya 194.088 ton atau 47,6 persen dari target yang ditetapkan pada periode itu sebanyak 407.569 ton.

DPR Cek Pembobolan Gudang Kedelai

Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsudin akan mengecek kepada polri sejauh mana penanganan dugaan pembobolan gudang kedelai senilai 140 juta dolar AS di Gudang Romokalisasi, Sura­baya, Jawa Timur. “Kita akan cek perkembangannya ke pol­ri,” katanya di Jakarta.

Menurut Aziz, dasar penge­cekan itu guna mengetahui apakah ada kesulitan atau tidak dalam menangani kasus ter­sebut. Itulah yang akan men­jadi menjadi dasar untuk me­ng­undang Kapolri dan ja­jarannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

PT Peterson Mitra Indonesia selaku pengelola jaminan/barang (collateral manager) dari Kacang Kedelai milik AWB dan Quadra masih mem­per­tanyakan sikap Mabes Polri yang cende­rung membiarkan aksi pem­bo­bolan barang bukti tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya