ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Harga kedelai masih meÂlambung. Para pengusaha temÂpe dan tahu menjerit, peÂmeÂrintah diminta segera mereaÂlisasikan program swaÂsemÂbada kedelai untuk mengÂanÂtisipasi fluktuasi harga kedelai yang cenderung melonjak.
“Kemungkinan naiknya harÂga kedelai akan selalu ada. Apalagi, kenaikan harga keÂdelai tahun ini sudah diprediksi lembaga-lembaga dunia sejak tahun lalu. Pemicunya, naiknya permintaan untuk konsumsi dan bahan baku energi alternatif. Apalagi kedelai merupakan barang komoditi dunia,†kata Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini.
Benny meminta pemerintah segera meredam gejolak keÂnaikan harga kedelai. Salah satunya dengan segera mereÂalisaskan program swaÂsemÂbada kedelai. Menurutnya, swasembada pangan itu harus ditingkatkan bukan hanya sekadar wacana.
Ketua Pusat Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (PusÂkopti) Jawa Barat Asep Nurdin mengatakan, pemerintah mesti memperbaiki situasi pasar kedelai nasional. Salah satunya dengan penerapan program swasembada.
Menurut dia, saat ini tingkat kebutuhan kedelai nasional berada di kisaran 2,2 juta ton per tahun. Sementara produksi kedelai nasional hanya 700 ribu-900 ribu ton per tahun.
Menurut Asep, pemberÂdaÂyaan petani kedelai oleh peÂmerintah saat ini masih sangat minim. Hal tersebut terlihat dengan indikasi tidak tercaÂpainya target produksi kedelai nasional oleh pemerintah taÂhun ini. Pasalnya, pada periode Januari-Maret, produksi keÂdelai nasional hanya 194.088 ton atau 47,6 persen dari target yang ditetapkan pada periode itu sebanyak 407.569 ton.
DPR Cek Pembobolan Gudang Kedelai
Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsudin akan mengecek kepada polri sejauh mana penanganan dugaan pembobolan gudang kedelai senilai 140 juta dolar AS di Gudang Romokalisasi, SuraÂbaya, Jawa Timur. “Kita akan cek perkembangannya ke polÂri,†katanya di Jakarta.
Menurut Aziz, dasar pengeÂcekan itu guna mengetahui apakah ada kesulitan atau tidak dalam menangani kasus terÂsebut. Itulah yang akan menÂjadi menjadi dasar untuk meÂngÂundang Kapolri dan jaÂjarannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
PT Peterson Mitra Indonesia selaku pengelola jaminan/barang (collateral manager) dari Kacang Kedelai milik AWB dan Quadra masih memÂperÂtanyakan sikap Mabes Polri yang cendeÂrung membiarkan aksi pemÂboÂbolan barang bukti tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04