Berita

ilustrasi

Bisnis

Askes Target 999 Rumah Ibadah

Gendeng ICMI Sosialisasikan JSN Kesehatan
RABU, 30 MEI 2012 | 08:18 WIB

RMOL. PT Askes (Persero) terus mela­kukan sosialisasi terkait pro­­g­ram Badan Penyelenggara Ja­minan Sosial (BPJS) tentang sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN) di bidang kesehatan bagi rakyat kecil dengan meng­gandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Rencananya, akan ada 999 rumah ibadah (masjid) yang akan menjadi target sasaran sosialisasi ini.

Direktur Utama Askes I Gede Subawa mengatakan, kerja sa­ma ini sengaja digagas karena pihaknya menyadari dengan diterbitkannya Undang-Undang Noomor 24 tahun 2011 tentang BPJS, perseroan akan berubah ben­tuk menjadi badan kese­hatan pada 2014.

“Tentu dengan penambahan volume pekerjaan dari 16,6 juta ditambah kurang lebih 8,7 juta yang berasal dari 234 kabu­paten/kota. Kerja sama ini sa­ngat penting untuk mening­katkan program sistem jaminan sosial bidang kesehatan bagi rakyat Indonesia ke depan,” ujar Subawa saat acara seminar na­sional, Pencanangan Roadshow dan Penandatanganan MoU (Memorandum of Under­stan­ding) Askes-ICMI di Jakarta.

Tidak hanya itu, lanjut Suba­wa, kerja sama ini sekaligus me­nyiapkan operasional BPJS untuk program jaminan kese­hatan sesuai ketentuan pasal 22 sampai 28 Undang-Undang No­mor 40 tahun 2004 tentang Sis­tem Ja­minan Sosial Nasional (SJSN).

Anggota Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim me­ny­a­takan, dengan adanya kerja sama ini harapan bangsa untuk bisa menjalankan jaminan kese­hatan yang meng-cover seluruh rakyat Indonesia bisa terlaksana.

Menurutnya, ICMI mem­pu­nyai beberapa program, salah satunya program i-masjid, ba­gai­mana masjid bisa menjadi salah satu pusat kegiatan so­sialisasi tentang kesehatan dan menjadikan jaminan sosial kesehatan sebagai salah sa­tu entry point.

“ICMI dan Askes akan segera membentuk kelompok-kelom­pok kerja, seminar dan road­show yang kita targetkan di 999 titik berbasis masjid,” ujarnya.

Ia berharap, program ini bisa segera terlaksana sebelum 2014. “Biaya kesehatan saat ini mahal sekali dan jenis penyakit ber­ma­cam-macam sehingga dibu­tuh­kan jaminan kesehatan,” ujarnya.

Marwah mengatakan, pe­merintah harus meng­ubah mind set dan berpikir bahwa inv­estasi terbesar saat ini ada pada bidang sumber daya manusia.

Menurutnya, kesehatan me­miliki peran yang tidak kalah penting dibanding pendidikan. “Kita yakin ini merupakan ke­butuhan mendasar buat rak­yat Indonesia,” ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya