ilustrasi
ilustrasi
RMOL. PT Askes (Persero) terus melaÂkukan sosialisasi terkait proÂÂgÂram Badan Penyelenggara JaÂminan Sosial (BPJS) tentang sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN) di bidang kesehatan bagi rakyat kecil dengan mengÂgandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Rencananya, akan ada 999 rumah ibadah (masjid) yang akan menjadi target sasaran sosialisasi ini.
Direktur Utama Askes I Gede Subawa mengatakan, kerja saÂma ini sengaja digagas karena pihaknya menyadari dengan diterbitkannya Undang-Undang Noomor 24 tahun 2011 tentang BPJS, perseroan akan berubah benÂtuk menjadi badan keseÂhatan pada 2014.
“Tentu dengan penambahan volume pekerjaan dari 16,6 juta ditambah kurang lebih 8,7 juta yang berasal dari 234 kabuÂpaten/kota. Kerja sama ini saÂngat penting untuk meningÂkatkan program sistem jaminan sosial bidang kesehatan bagi rakyat Indonesia ke depan,†ujar Subawa saat acara seminar naÂsional, Pencanangan Roadshow dan Penandatanganan MoU (Memorandum of UnderÂstanÂding) Askes-ICMI di Jakarta.
Tidak hanya itu, lanjut SubaÂwa, kerja sama ini sekaligus meÂnyiapkan operasional BPJS untuk program jaminan keseÂhatan sesuai ketentuan pasal 22 sampai 28 Undang-Undang NoÂmor 40 tahun 2004 tentang SisÂtem JaÂminan Sosial Nasional (SJSN).
Anggota Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim meÂnyÂaÂtakan, dengan adanya kerja sama ini harapan bangsa untuk bisa menjalankan jaminan keseÂhatan yang meng-cover seluruh rakyat Indonesia bisa terlaksana.
Menurutnya, ICMI memÂpuÂnyai beberapa program, salah satunya program i-masjid, baÂgaiÂmana masjid bisa menjadi salah satu pusat kegiatan soÂsialisasi tentang kesehatan dan menjadikan jaminan sosial kesehatan sebagai salah saÂtu entry point.
“ICMI dan Askes akan segera membentuk kelompok-kelomÂpok kerja, seminar dan roadÂshow yang kita targetkan di 999 titik berbasis masjid,†ujarnya.
Ia berharap, program ini bisa segera terlaksana sebelum 2014. “Biaya kesehatan saat ini mahal sekali dan jenis penyakit berÂmaÂcam-macam sehingga dibuÂtuhÂkan jaminan kesehatan,†ujarnya.
Marwah mengatakan, peÂmerintah harus mengÂubah mind set dan berpikir bahwa invÂestasi terbesar saat ini ada pada bidang sumber daya manusia.
Menurutnya, kesehatan meÂmiliki peran yang tidak kalah penting dibanding pendidikan. “Kita yakin ini merupakan keÂbutuhan mendasar buat rakÂyat Indonesia,†ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04