Berita

Alex Noerdin /ist

PILGUB DKI

Alex Noerdin Kasihani Foke Karena Prestasinya Tidak Ada Yang Mengakui

SELASA, 29 MEI 2012 | 21:11 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Setelah luncurkan program "Sumsel Free Wifi" Gubernur Sumsel sekaligus kandidat Gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin ditanya wartawan mengenai tanggapannya terhadap pernyataan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang menyindir dirinya dan Jokowi sebagai "orang kampung yang mengadu nasib di Jakarta."

"Jakarta inikan Ibukota dari Indonesia. Ini adalah kotanya semua rakyat Indonesia, bukan hanya kotanya Gubernur DKI Jakarta saja. Tapi saya bisa memaklumi kenapa Pak Foke begitu mementingkan status. Karena prestasinya agak ketinggalan dibandingkan gubernur-gubernur dari provinsi lain," kata Alex Noerdin yang mendapatkan penghargaan Gubernur terbaik di Indonesia baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Beberapa bulan yang lalu, Alex Noerdin bahkan mendapatkan penghargaan bendera segitiga dari Pemerintah Amerika Serikat karena program-programnya dianggap telah mampu mengatasi masalah kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan di Sumatera Selatan dalam waktu yang relatif singkat.


"Mengenai tuduhan 'mengadu nasib' saya terus terang jadi tambah kasihan ke Pak Foke karena di Jakarta ini yang merasa nasibnya bagus kayanya cuma Gubernurnya saja. Rakyat Jakarta baik yang kaya, menengah maupun kelas bawah justru stress karena macet dan banjir bikin semua orang susah dan dirugikan," tambah Alex.

Menurutnya, sebenarnya setiap gubernur atau Bupati, atau kepala daerah lainnya harus mampu menyusun prioritas yang bisa diselesaikan dalam satu kali masa jabatan.

"Kalau prioritas disusun bukan berdasarkan kebutuhan rakyat melainkan diulur berdasarkan siklus pilkada ya pasti repot, dan kasihan rakyatnya. Karena yang bisa selesai setahun diulur jadi lima tahun, dan yang bisa lima tahun diulur jadi delapan tahun," kata Alex sambil menunjukkan bahwa kalau mau.

Selain itu, menurut Alex, kesalahan utama Fauzi Bowo adalah karena tidak percaya dan memberdayakan wakil gubernurnya secara optimal.

"Wakil Kepala Daerah adalah jabatan serius dan sangat strategis untuk dimanfaatkan demi kepentingan rakyat. Kalau wakil gubernur hanya dipakai sebagai simbol dan syarat pilkada saja ya pasti akan kewalahan sendiri. Oleh karena itulah saya memilih Pak Nono Sampono yang terbukti merupakan calon wakil gubernur terbaik dari semua pasangan," Alex menegaskan.

Program '3 Tahun Bisa' yang diusung oleh pasangan Alex-Nono semakin hari semakin menarik pendukung, khususnya setelah masyarakat bertemu langsung dengan kedua tokoh.

"Kami di Sumsel bangga kalau Pak Alex bisa membenahi Jakarta sebagai Ibukota kami juga. Di Sumsel ini beliau terbukti serius bekerja dan mengabdi untuk rakyat sehingga banyak pekerjaan besar yang diselesaikan secara singkat," kata seorang tokoh Sumsel beberapa waktu lalu sambil menunjukkan kompleks olah raga Jaka Baring dengan luas 350 hektar yang tadinya hanya rawa-rawa telah disulap menjadi sarana bertaraf internasional dalam waktu 11 bulan. [mar]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya