Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Investor Asing Diklaim Masih Tergiur Label Invesment Grade

SELASA, 29 MEI 2012 | 08:18 WIB

RMOL.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) op­timistis pada masa mendatang laju investasi yang masuk ke In­donesia masih akan tetap ken­cang. Label in­vestment grade jadi status yang menggiurkan bagi investor asing untuk menanam­kan dananya di Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratna­wati menyatakan, dengan status in­vestment grade saat ini, men­jadi­kan Indonesia menjadi negara yang menggiurkan seba­gai tem­pat berinvestasi, baik ba­gi inves­tor lokal maupun asing.

“Kita yakin dengan in­vestment grade, kita tetap dilihat sebagai negara yang menarik untuk inves­tasi, terutama dari FDI (Foreign Direct Investment) dan porto­fo­lio,” ujarnya.

Menurutnya, keyakinan itu didukung terakselerasinya reali­sasi belanja modal peme­rintah pada tahun ini. Bahkan, sam­pai saat ini belanja modal pe­merintah telah terakselerasi hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Jika kita melihat belanja pe­merintah yang sudah diakselera­si, kan belanja modal ini mende­kati tri­wulan II sudah meningkat dua kali lipat dari triwulan yang sama tahun lalu,” terang Anny.

Kalangan pengamat menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka panjang menuju arah positif. Meski demi­kian, masih banyak hal yang harus dilakukan.

“Di satu sisi, arahnya positif. Tapi di sisi lain, ada banyak yang harus dilaku­kan,” kata Mana­ging D­irector Goldman Sach Christo­pher Eoyang dalam Globe Asia Busi­ness Summit.

Eoyang mengatakan, sebagai negara dengan pertumbuhan yang terus tumbuh, Indonesia dinilai memilki daya tarik. “Saat ini, In­donesia tampak relatif baik,” ka­tanya seraya menambahkan baha Indonesia mampu terus tumbuh untuk jangka waktu panjang.

Tanda-tanda positif perekono­mian Indonesia adalah investasi asing langsung yang terus me­ning­kat sejak 2010. Tapi, dia me­ngatakan, Indonesia harus me­waspadai tipikal FDI yang ma­suk ke Indonesia, seperti yang umum­nya terjadi di negara ber­kembang lain bahwa investasi yang masuk tidak dibarengi transfer teknologi.

“Hampir di semua negara kon­ten teknologi dari FDI cen­derung rendah,” kata Eoyang.

Eoyang mengatakan, pemerin­tah harus memfokusan pada pe­ngembangan sumber daya manu­sia (SDM) dan infrastruktur untuk meningkatkan produk do­mestik bruto (GDP) secara jangka pan­jang melalui pertumbuhan per kapita.

“Dalam jangka menengah, kondisi geografis, demografi, makro dan faktor mikro terlihat cukup baik. Indonesia memiliki pijakan yang bagus untuk per­tum­buhan jangka panjang,” tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya