ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) opÂtimistis pada masa mendatang laju investasi yang masuk ke InÂdonesia masih akan tetap kenÂcang. Label inÂvestment grade jadi status yang menggiurkan bagi investor asing untuk menanamÂkan dananya di Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Anny RatnaÂwati menyatakan, dengan status inÂvestment grade saat ini, menÂjadiÂkan Indonesia menjadi negara yang menggiurkan sebaÂgai temÂpat berinvestasi, baik baÂgi invesÂtor lokal maupun asing.
“Kita yakin dengan inÂvestment grade, kita tetap dilihat sebagai negara yang menarik untuk invesÂtasi, terutama dari FDI (Foreign Direct Investment) dan portoÂfoÂlio,†ujarnya.
Menurutnya, keyakinan itu didukung terakselerasinya realiÂsasi belanja modal pemeÂrintah pada tahun ini. Bahkan, samÂpai saat ini belanja modal peÂmerintah telah terakselerasi hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
“Jika kita melihat belanja peÂmerintah yang sudah diakseleraÂsi, kan belanja modal ini mendeÂkati triÂwulan II sudah meningkat dua kali lipat dari triwulan yang sama tahun lalu,†terang Anny.
Kalangan pengamat menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka panjang menuju arah positif. Meski demiÂkian, masih banyak hal yang harus dilakukan.
“Di satu sisi, arahnya positif. Tapi di sisi lain, ada banyak yang harus dilakuÂkan,†kata ManaÂging DÂirector Goldman Sach ChristoÂpher Eoyang dalam Globe Asia BusiÂness Summit.
Eoyang mengatakan, sebagai negara dengan pertumbuhan yang terus tumbuh, Indonesia dinilai memilki daya tarik. “Saat ini, InÂdonesia tampak relatif baik,†kaÂtanya seraya menambahkan baha Indonesia mampu terus tumbuh untuk jangka waktu panjang.
Tanda-tanda positif perekonoÂmian Indonesia adalah investasi asing langsung yang terus meÂningÂkat sejak 2010. Tapi, dia meÂngatakan, Indonesia harus meÂwaspadai tipikal FDI yang maÂsuk ke Indonesia, seperti yang umumÂnya terjadi di negara berÂkembang lain bahwa investasi yang masuk tidak dibarengi transfer teknologi.
“Hampir di semua negara konÂten teknologi dari FDI cenÂderung rendah,†kata Eoyang.
Eoyang mengatakan, pemerinÂtah harus memfokusan pada peÂngembangan sumber daya manuÂsia (SDM) dan infrastruktur untuk meningkatkan produk doÂmestik bruto (GDP) secara jangka panÂjang melalui pertumbuhan per kapita.
“Dalam jangka menengah, kondisi geografis, demografi, makro dan faktor mikro terlihat cukup baik. Indonesia memiliki pijakan yang bagus untuk perÂtumÂbuhan jangka panjang,†tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04