Berita

POLING

Sudahlah! 90,6 Persen Nilai Ani Yudhoyono Tidak Pantas Dicalonkan

SENIN, 28 MEI 2012 | 11:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Meski kian liar isu pencapresan Ibu Negara, Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono), Presiden SBY tetap bergeming ogah "turun gunung". Kader-kader Demokrat sendiri terkesan pecah belah di mata masyarakat. Yang pasti, hingga kini SBY belum menarik janjinya untuk tidak memajukan anggota keluarganya ke bursa pencapresan.

Pengamat politik Siti Zuhro memandang gosip politik pencapresan Ani Yudhoyono adalah bentuk ketidakbecusan Demokrat menjaga soliditas partai. Dia sarankan, daripada meributkan nama calon presiden untuk pemilihan yang masih dua tahun lagi, lebih baik Partai Demokrat mengurusi situasi dalam partai yang kacau balau.

Peneliti LIPI itu pun yakin, polemik yang justru dilahirkan kader-kader Demokrat itu kian membingungkan masyarakat yang sudah berkali-kali mendengar komitmen anti-oligarki dari mulut SBY sendiri.


Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, malah melemparkan tanggung jawab pada pers atas menggelembungnya gosip politik itu. Dia mengatakan, pers sengaja memancing kader Demokrat untuk membicarakan persoalan pencapresan Ibu Negara.

Isu pencalonan Ani Yudhoyono bukanlah barang baru. Presiden SBY juga turut andil memperbesar polemik setelah dia mengizinkan anaknya keduanya, Ibas Yudhoyono, duduk dalam posisi Sekretariat Jenderal partai bentukannya.

Namun, saat memberikan presidential lecture dalam Indonesian Young Leaders Forum 2011 di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta (Juni 2011), dia menegaskan, "Saya bukan capres 2014. Istri dan anak-anak saya juga tidak akan mencalonkan diri. Saat ini saya juga tidak mempersiapkan siapa pun untuk jadi capres 2014. Biarlah rakyat dan demokrasi yang berbicara pada 2014 mendatang," tuturnya kala itu.

Entah darimana asalnya, bagai pertanyaan "mana duluan, ayam atau telur?", tapi nama perempuan kelahiran Jogjakarta 6 Juli enam puluh tahun silam itu meledak sejak kerap nangkring dalam berbagai survei.

Pada Oktober 2011, Lembaga survei Reform Institute pernah merilis hasil survei capres yang menempatkan Ani Yudhoyono bersama empat nama tokoh lain sebagai capres, yaitu Aburizal Bakrie (13.58 persen), Prabowo Subianto (8.46 persen), Jusuf Kalla (7.06 persen), Hidayat Nur Wahid (5.17 persen).  Ani Yudhoyono duduk di posisi buncit dengan 4.13 persen.

Trauma oligarki melanda sejak mencuatnya nama anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dan Ny. Sunarti Sri Hadiyah itu. Namun, kalau kita melihat dari sudut pandang Demokrat, sepertinya partai yang tujuan awalnya itu menempatkan SBY sebagai presiden RI, sedang kekeringan kader berkualitas.

Opini itu pun secara implisit diakui sendiri oleh beberapa kader penting Demokrat. Dengan jujur, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena, mengungkapkan bahwa telah berkali-kali mengusulkan agar Demokrat mengusung Ibu Ani maju di pilpres 2014. Para kader juga antusias dengan usulannya itu. Sayang, SBY belum mengizinkan.

Para kader pun menyambut wacana itu dengan antusias, kontras dengan sikap keras SBY yang berkali-kali menegaskan tidak ingin mendorong keluarganya bertarung di Pilpres. Dan semua pemberitaan utama media politik dua pekan terakhir mengangkat pencapresan Ani Yudhoyono. Efek bola saljunya mendamprat Demokrat sendiri yang dianggap tidak taat pimpinan, terpecah belah dan kekeringan kader berkualitas.

SBY belum turun gunung guna meluruskan isu pencalonan Ani Yudhoyono, meski pengamat politik Siti Zuhro yakin sang presiden tak akan mencabut komitmennya. Mungkin saja keluarga SBY tak akan pernah mencalonkan diri ke Pilpres, tapi bagaimana kalau dicalonkan? Apa sikap Cikeas? Mungkinkah dalih "kehendak rakyat" kembali jadi senjata nantinya untuk membenarkan keputusan politik kontroversial itu?

Sejak Selasa dua pekan lalu (15/5), Rakyat Merdeka Online mengajak pembaca untuk berpartisipasi dalam poling bertema "Menurut Anda, pantaskah bila Ani Yudhoyono dicalonkan atau bahkan menjadi Presiden RI?".

Ternyata, nyaris semua responden yang menjawab, yaitu sebesar 90,6 persen menilai Ibu Negara TIDAK PANTAS melanjutkan estafet kepemimpinan suaminya. Hanya 8,2 persen yang mengatakan PANTAS dan sisanya 1,2 persen TIDAK TAHU.

Opini sebagian publik awam bahwa Cikeas dan loyalisnya tengah memainkan agenda testing the water bisa benar bisa tidak. Janji SBY belum ditarik, tapi permainan kata dan apa yang terjadi di belakang layar tak seorang pun tahu. Isu pencapresan Ibu Negara jadi cerminan mutakhir betapa perpolitikan Tanah Air penuh ketidakpastian. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya