Berita

lady gaga/ist

Tiga Alasan Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang

MINGGU, 27 MEI 2012 | 08:07 WIB | LAPORAN:

RMOL. Polda Metro Jaya harus segera mngeluarkan keputusan melarang konser Lady Gaga agar tidak muncul kontroversi yang berkepanjangan yang menguras energi anak-anak bangsa, yang akhirnya merugikan banyak pihak.

"Ada tiga sebab kenapa Lady Gaga harus dilarang tampil," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 27/5).


Pertama, ungkap Neta, Indonesia mempunya UU Pornografi yang harus ditegakkn Polri. Adalah tugas Polri untuk mengawasi pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi dan pornoaksi yang melanggar UU Pornografi. Dan semua komponen bangsa, terutama warga negara asing harus mnghormatinya karena ini menyangkut integritas bangsa Indonesia.

Pertama, ungkap Neta, Indonesia mempunya UU Pornografi yang harus ditegakkn Polri. Adalah tugas Polri untuk mengawasi pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi dan pornoaksi yang melanggar UU Pornografi. Dan semua komponen bangsa, terutama warga negara asing harus mnghormatinya karena ini menyangkut integritas bangsa Indonesia.

Kedua, lanjut Neta, rencana konser Lady Gaga sudah menimbulkan polemik yang berpontensi mengganggu kamtibmas dan memicu konflik sosial, terutama di lokasi konser, jika konser diijinkan. Bila konflik terjadi, maka pasti Polri akan disalahkan publik.

Ketiga, masih kata Neta, kasus Lady Gaga sudah dpolitisasi, dan ini terbukti kelompok-kelompok politik sudah ikut cawe-cawe menekan Polri. Padhal Polri seharusnya profesional dalam menegakkan UU Pornografi.

"IPW berharap Polri, khususnya Polda Metro jangan mau diintrvensi anak-anak pejabat yang disebut-sebut mulai cawe-cawe untuk melicinkan pelaksanaan konser tersebut. IPW berharap Polri profesional dalam menegakkan UU Pornografi dan segera membatalkan konser Lady Gaga," demikian Neta. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya