Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Anggaran Bakal Dipangkas, Kementerian Jangan Protes

Tombokin Defisit Anggaran Akibat Jebolnya Kuota BBM
SABTU, 26 MEI 2012 | 08:19 WIB

RMOL.Pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) diperkirakan tidak mampu menutup defisit anggaran akibat jebolnya kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Mar­to­wardojo mengaku, upaya peng­hematan yang dila­ku­­kan peme­rintah tidak akan cukup untuk menambal jebolnya subsidi BBM ber­subsidi saat ini. Sebab, peng­hematan yang dila­ku­kan ti­dak sebanding dengan tingginya kon­sumsi masyarakat akan ko­mo­­ditas tersebut.

Menurut Agus, Kementerian Keuangan tengah mencari lang­kah antisipasi jika keadaannya ti­dak sesuai dengan yang diha­rap­­kan. “Kita harus siaga kalau kon­disinya tidak seperti yang ki­ta ha­rapkan,” ujar Agus di kan­tor­nya, Jakarta, kemarin.

Seiring dengan upaya tersebut, kata Agus, langkah lain yang ha­rus ditingkatkan adalah pening­katan penerimaan negara pada ta­hun ini. Untuk itu, jajaran Ke­men­terian Keuangan harus be­kerja lebih keras.

“Badan Kebi­jakan Fiskal, Dit­jen Pajak, Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Anggaran semua harus mengupayakan penerimaan ang­garan yang baik,” tambahnya.

Agus juga mewanti-wantiK/L agar tidak protes jika nanti angga­ran­nya dipotong. Sebab, sudah ada komitmen yang tertuang da­lam Undang-Undang bahwa ang­garan K/L dipotong Rp 18,9 tri­liun. Bah­kan, jika diperlukan da­pat di­potong lebih besar.

“Kemente­rian/Lembaga yang akan berke­beratan. Tapi itu tidak ada pilihan, karena sudah disetu­jui dalam bentuk Undang-Un­dang,” tegas Agus.

Agus menuturkan, semua pi­hak harus berperan aktif dalam mengatasi masalah ini. Hal itu pen­ting agar perekonomian In­do­­­nesia tetap selamat di tengah ter­puruknya perekono­mian ne­gara maju.

“Tidak bisa suatu negara di­kendalikan jika pengeluaran­nya lebih besar dari penerimaan,” tegas Menkeu.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, dana un­tuk menambah defisit akan di­ambil dari  pos-pos ang­garan yang telah disiapkan. Mi­salnya, cadangan risiko fiskal se­besar Rp 4,4 triliun dan ang­garan Ban­tuan Langsung Se­men­tara Mas­ya­rakat (BLSM) yang tidak ter­pakai ka­rena har­ga BBM gagal naik. Ni­lainya Rp 30,6 triliun.

Anny mengungkapkan, saat ini pemerintah terus melakukan ka­jian kemungkinan jebolnya kuota tahun ini. Dia mengatakan, jika kuota jebol 1 juta kiloliter (KL) saja, pemerintah harus menge­luarkan anggaran Rp 4 triliun.

“Kalau memang benar kuota itu terlampaui, penggunaan dana anggaran harus ada per­setujuan DPR,” katanya.

Karenanya, kata Anny, keter­se­­diaan anggaran tersebut bukan ber­arti dengan serta merta pe­me­rintah akan menambah kuota BBM. Menurutnya, kebijakan ini harus dilihat dulu bagaimana im­plementasi terhadap postur ang­ga­ran. “Yang jelas defisit ti­dak boleh melampaui tiga per­sen,” pung­kas­nya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya