Berita

PT PLN (Persero)

Bisnis

PLN Tak Boleh Gegabah Pilih Pemasok Solar Pembangkit

Kontrak Rp 5,4 Triliun Rawan Diselewengkan
KAMIS, 24 MEI 2012 | 08:23 WIB

RMOL.Kalangan DPR mengingatkan PT PLN (Persero) tidak mengulangi kesalahan saat memilih PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang ternyata gagal memasok solar ke pembangkit listrik di Belawan, Medan.

“PLN jangan lagi mengulang ke­salahan dengan memilih TPPI yang tidak layak. Dulu, kami su­dah ingatkan soal ini,” warning anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Bobby A Rizaldi di Gedung Parlemen Jakarta, kemarin.

Hal itu dikatakan menanggapi rencana PLN me­lak­sanakan ten­der pengadaan solar sebesar 250.000 kiloliter per ta­hun untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Be­lawan, Me­dan. Bobby me­nga­takan, PLN harus me­lihat ke­nya­taan selama ini bah­wa kre­dibilitas pe­masok sa­ngat me­nen­tukan keter­sediaan bahan bakar untuk pem­bangkit listrik.

Dalam hal ini, kredibilitas Per­tamina sebagai pemasok ba­han bakar bagi PLN sudah teruji dan karenanya dapat diandalkan.

Menurut Bobby, selain BUMN, Pertamina adalah perusahaan de­ngan reputasi tinggi men­dis­tri­busikan BBM ke seluruh In­do­nesia. “Dengan demikian, sudah selayaknya PLN mem­pri­oritas­kan Pertamina memasok solar ke Belawan,”cetusnya.

Hal senada dikatakan Ang­gota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB Agus Sulistiyono yang me­nilai, PLN mestinya meng­uta­makan Pertamina sebagai se­sa­ma perusahaan negara. Di sam­ping itu, lanjutnya, Per­tamina lah yang selama ini menjadi back up jika terjadi kegagalan pasok BBM ke suatu pembangkit PLN.

“Jadi, bukan malah mem­pri­o­ritaskan perusahaan swasta. Apa­lagi perusahaan asing yang ke­mungkinan besar akan me­ma­sok ke Belawan,” katanya.

Agus mengatakan, PLN bisa me­makai harga solar TPPI untuk Belawan kepada Pertamina, se­hingga tetap sesuai dengan upa­ya efisiensi.

PLN melaksanakan tender pe­ngadaan BBM jenis high speed diesel (HSD) atau solar untuk PLTGU Belawan sebanyak 250.000 kiloliter per tahun.

Kontrak berjangka waktu tiga tahun yakni 2012-2014, sehingga total pasokan sebanyak 750.000 kiloliter.

Dengan harga solar sebesar Rp 8.500 per liter, maka nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun. Tender tersebut di­lakukan menyusul kegagalan TPPI me­ma­sok kebutuhan solar Belawan.

Sebelumnya, peru­sahaan ga­gal memasok karena tidak ber­ope­rasinya kilangnya di Tuban, Jatim menyusul kesulitan ke­uangan. Per 4 Mei 2012, PLN sudah me­­mu­­tus kontrak pa­sok­an 300.000 ki­loliter HSD per tahun dari TPPI ke PLTGU Belawan, Medan.

Sebagai gantinya, PLN semen­tara ini mengalihkan stok Shell yang murah, sebesar 300.000 ki­loliter ke Belawan. Atas kega­gal­an pa­sokan tersebut, PLN telah men­cairkan uang jaminan TPPI senilai Rp 50 miliar.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki men­jelaskan, pihaknya sudah me­mutus kontrak pasokan solar sebanyak 300.000 kiloliter per ta­hun hingga 2014 yang dila­kukan TPPI ke PLTGU Belawan.

“Mereka (TPPI) sudah me­nya­takan tidak sanggup memasok ke Belawan, karena kilangnya tidak beroperasi,” kata Suryadi.   

Sebagai gantinya, PLN me­nga­lih­kan pasokan solar PLTGU Belawan yang TPPI ke Shell.

Terkait hal tersebut, PLN me­ngenakan sanksi denda kepada TPPI. Besaran denda sudah ter­cantum dalam kontrak, yakni se­lisih harga beli solar yang le­bih mahal. Namun, Suryadi me­nam­bahkan, TPPI tetap me­masok solar ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang.

Menurut Suryadi, kegagalan TPPI memasok BBM jenis solar kepada PLN karena terhentinya operasi kilang TPPI. Seperti di­ketahui, kilang TPPI berhenti ber­operasi karena restrukturisasi utang TPPI dengan Pertamina belum selesai. TPPI memiliki utang pengiriman produk dan delayed payment note kepada Pertamina sebesar 546,2 juta do­lar AS. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya