Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Izin Operasional SPBU Asing Terancam Dicabut

Jika Ogah Gunakan Bahan Bakar Nabati
KAMIS, 24 MEI 2012 | 08:18 WIB

RMOL.Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengancam untuk mencabut izin operasi perusahaan tambang yang tidak menggunakan solar cam­puran Bahan Bakar Nabati (BBN) sebanyak 2 persen.  

Pe­merintah juga mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing mencampur solar yang dijualnya dengan bahan bakar nabati (BBN) sebesar 2 per­sen mulai 1 Mei 2012. Jika ada yang ti­dak ketahuan tak meng­gu­na­kan BBN, maka SP­BU asing bakal dibekukan izin­nya.

“Pemerintah siap, saya siap be­ri sanksi perusahaan tambah bah­kan sampai cabut izin ber­ope­rasi tambang tersebut apabila tidak mentaati aturan kewajiban men­campur BBN tersebut,” kata Dir­jen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kar­daya Warnika di Jakarta, ke­marin.

Dia menegaskan, mulai 1 juli 2012, perusahaan tambang akan diwajibkan menggunakan BBN sebesar 2 persen.

“Kita su­dah sepakat dalam beberapa kali rapat, dan 1 Juli 2012 perusahaan tambang juga harus gunakan BBN,” ucapnya.

Menurut bekas Kepala BP Mi­gas ini, kalau awalnya aturan ini ditentang, karena mereka ke­su­litan melakukan pengo­lah­annya (mencampur BBN)  tetapi dia ha­dir­kan produsen BBN dan Perta­mina dan semua sepakat me­ne­rimanya. Pemerintah akan  mem­beri sanksi jika perusa­haan tam­bang melanggar kese­pa­katan pen­campuran BBN.

“Kita sudah sepakat, bahkan ada Perturan Menteri yang me­ng­atur, saya berani beri sanksi cabut izin operasionalnya, kenapa be­rani? Karena mereka memang sa­lah, lain kalau mereka tidak salah, kita yang salah kalau semena-mena,” tegasnya.

Sesuai dengan kesepakatan rapat 28 Oktober 2011, antara pe­ngusaha di bidang mineral dan batubara dengan pemerintah, da­lam hal ini Ditjen EBTKE akan membuat pemetaan distribusi bahan bakar oleh seluruh badan usaha pemegang izin usaha niaga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia, pasokan BBN di seluruh Indonesia serta lokasi penambangan dan depo BBM dari badan usaha pemegang izin usaha niaga BBM.

Terdapat 25 in­dustri pertam­bangan mi­neral dan batubara yang ter­ke­na kewajiban peman­faatan BBN.

 Tentang SPBU asing, Karda­ya mengatakan, pihaknya  akan me­lakukan sidak ke SPBU-SPBU asing untuk mengecek apa­­­kah sudah memenuhi aturan pen­cam­puran BBN.

“Kemarin per 1 Mei 2012 lalu sudah mela­ku­kan pencampuran BBN 2 per­sen ke produknya, itu pun setelah kita ancam ber­ulang­kali bahkan sam­pai bisa kita usir,” ucapnya  sem­bari me­nam­bahkan bahwa Pemerintah tidak tinggal diam dan  akan aktif me­ngawasi dan me­la­kukan sidak, apakah benar me­reka mencampur BBN di tiap produk solarnya.

Kardaya menyatakan, dalam Peratur­an Menteri ESDM No. 32 Tahun 2008, pencam­puran solar dengan BBN sudah di­wajibkan dan ada sanksi tegas ke­pada yang tak patuh. Sank­si­nya be­ru­pa teguran ter­tulis. Ka­lau kem­bali melakukan teguran ke­ras, hingga pem­be­kuan izin. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya