Berita

gas elpiji 3 kg

Bisnis

Pertamina Mau Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg

Redam Kelangkaan
KAMIS, 24 MEI 2012 | 08:03 WIB

RMOL.PT Pertamina (Persero) akan menyalurkan gas elpiji 3 ki­lo gram (kg) tambahan ke se­jumlah daerah di Jawa Barat un­tuk me­redam kelangkaan.

“Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Kami akan melakukan extra dropping untuk meredakan ge­jolak ini,” ujar General Ma­nager Fuel Retail Marketing Re­gion III Pertamina Hasto Pra­bowo di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, extra dropping itu akan dilakukan saat har­ga atau distribusi sudah tidak ter­kon­trol. Yang menerima tambahan pasok­an tambahan gas elpiji tertsebut adalah daerah-daerah yang seka­rang mengalami kelangkaan.

Akibat kelangkaan itu, kata Hasto, harga tabung melon di pangkalan yang harusnya dijual Rp 12.750 melonjak hingga Rp 20 ribu. Wilayah yang mengalami kelangkaan adalah Bandung, Cimahi, Sumedang, Indramayu, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Cirebon dan Banjar.

Namun, dia tidak  menyebut­kan berapa jumlah gas me­lon yang akan disalurkan itu. Pe­nyaluran itu akan tetap dise­suai­kan de­ngan alokasi yang su­dah di­tentukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hasto mengatakan, saat ini pi­haknya sedang melakukan penata­an terhadap lembaga pe­nyalur elpiji di wilayah kerja LPG & Gas Pro­ducts Region III yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Pro­vinsi Banten, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Kalimantan Barat.

Langkah tersebut diambil un­tuk menjaga ketersediaan pa­so­kan elpiji 3 kg hingga akhir ta­hun. Menurutnya, realisasi pe­nyaluran elpiji 3 kg sepanjang 2011 sebesar 1,39 juta metrik ton (MT), sedangkan alokasi elpiji 3 kg untuk 2012 ditetapkan 1,41 ju­ta MT. “Realisasi elpiji 3 kg un­tuk triwulan pertama 2012 telah mencapai 375 ribu MT,” ujarnya.

Hasto mengatakan, jika tidak dilakukan pengendalian terha­dap kuota yang ditetapkan pe­merin­tah, maka estimasi rea­li­sasi sam­pai dengan akhir 2012 dapat men­capai 1,5 juta MT atau over 90 ribu MT.

Untuk pengawasannya, menu­rut Hasto, pihaknya sudah me­lakukan koordinasi dengan pe­merintah daerah dan kepolisian setempat, evaluasi alokasi elpiji dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu dilakukan untuk mence­gah kenaikan harga yang mem­beratkan masyarakat. Dalam me­lakukan penataan distribusi, pi­haknya membuat kartu kendali bagi pengguna elpiji 3 kg. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya