ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Permintaan penambahan kuoÂta bahan bakar minyak (BBM) subsidi harus dibarengi dengan penambahan anggaran subsidi.
Kepala Badan Kebijakan FisÂkal Kementerian Keuangan (KeÂmenÂkeu) Bambang Brojonegoro meÂngaÂtakan, penambahan kuota suÂlit dilakukan jika tidak dibaÂreÂngi peÂnambahan anggaran subsidi.
Menurutnya, anggaran subsidi BBM dalam Anggaran PendaÂpatan dan Belanja Negara PeruÂbaÂhan (APBNP) 2012 yang diÂtetapkan antara pemerintah dan DPR sebesar Rp 137 triliun deÂngan volume 40 juta kiloliter.
“Jika ada permintaan tambaÂhan kuota BBM, maka anggaran itu (subÂsidi) harus ditambah seÂbagai konsekuensinya,†kata Bambang di Jakarta, kemarin.
Saat ditanya apakah pemerinÂtah akan mengusulkan APBNP laÂgi ke DPR, Bambang menjaÂwabÂ, intinya untuk mengÂantiÂsiÂpasi penambahan kuota itu adaÂlah realokasi pengeluaran. Jadi, peÂngeluaran-pengeluaran yang tiÂdak terpakai dipindahkan ke angÂgaran subsidi.
Untuk diketahui, empat guÂbernur Kalimantan kompak minÂta tambahan BBM subsidi 3,4 juta kiloliter (KL) ke Komisi VII DPR, Senin (21/5). Dengan rinÂcian premium 2.215.572 KL dan solar 1.249.149 KL.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, perÂmintaan itu untuk mengantisiÂpasi keÂlangkaan dan memenuhi keÂbutuhan BBM daerahnya seÂiring pertumbuhan ekonomi dan jumÂlah melonjaknya kenÂdaraan berÂmotor.
Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi HarÂsanÂdono meÂngatakan, saat ini konsumsi BBM subsidi nasional sudah 15 persen di atas kuota yang diteÂtapkan dalam APBNP.
Menurut Fahmi, kelebihan konÂsumsi itu disebabkan adanya rencana pemerintah yang akan melakukan kenaikan harga benÂsin beberapa waktu lalu. MeÂnuÂrutnya dia, jika pemerintah ingin aman, maka perlu ada tamÂbahan pasokan 4-5 juta kiloliter.
Fahmi menyatakan, penamÂbahÂan kuota itu harus melalui mekaÂnisme penganggaran dalam APBNP, yaitu harus ada peÂngaÂjuan dari pemerintah kepada DPR, bukan pemerintah daerah langsung kepada DPR. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00
Senin, 12 Januari 2026 | 23:31
Senin, 12 Januari 2026 | 23:23
Senin, 12 Januari 2026 | 23:21
Senin, 12 Januari 2026 | 23:07
Senin, 12 Januari 2026 | 23:00
Senin, 12 Januari 2026 | 22:44
Senin, 12 Januari 2026 | 22:20
Senin, 12 Januari 2026 | 22:08