Berita

ilustrasi, gula

Bisnis

Kemenperin Belum Mau Buka Kran Impor Gula Buat Industri

Tidak Ada Keluhan Dari Pengusaha
RABU, 23 MEI 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum akan mem­buka kran impor gula tambahan untuk industri tahun ini karena stoknya masih aman.

Dirjen Industri Agro Kemen­perin Benny Wahyudi me­nga­ta­kan, saat ini pasokan gula untuk in­dustri masih tergolong cukup dan aman. Karena itu, pihaknya be­lum beren­cana menambah pasokan.

“Belum ada penambahan im­por gula untuk industri. Belum ada keluhan juga dari para pe­ngusaha (makanan dan mi­nu­man),” ujar Benny di kantornya, kemarin.

Dia mengatakan, penghentian im­por gula mentah (raw sugar) oleh Kementerian Perdagangan tidak memberikan dampak pada industri makanan dan minum­an. Pasalnya, sektor industri meng­gu­nakan gula rafinasi.

Menurut Benny, pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal I-2012 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kuartal pertama tahun ini per­tumbuhan makanan dan mi­­nu­man hanya 3 persen, turun 1 per­sen dari kuartal pertama 2011. Pe­nurunan tersebut diaki­bat­kan sik­lus tahunan dan daya be­li masya­rakat yang sedikit,” jelas Benny.

Benny mengatakan, pertum­bu­han industri mamin  kuartal II dan III 2012 akan mengalami per­tumbuhan. Untuk kuartal II, per­tum­bu­hannya diper­kirakan naik 2-4 per­sen seiring tinggi­nya per­min­taan Lebaran.

Karena itu, pihaknya optimis jika pertumbuhan industri ma­ka­nan dan minuman tahun ini tem­bus 7,5 persen hingga 8 per­sen. Per­tumbuhan itu didukung de­ngan penambahan investasi dan jumlah penduduk.

Kendati begitu, Benny me­nga­­ku kenaikan harga gas in­dustri sebesar 50 persen akan ber­dam­pak bagi industri ma­kanan dan minuman, meski ti­dak se­muanya kena dampak.

Ditanya mengenai impor ma­kanan dan minuman, menurut Benny, impor komoditi itu saat ini hanya sekitar 15 persen. Impor itu juga untuk jenis produk ma­kanan dan minuman yang belum diproduksi di dalam negeri ka­rena peminatnya masih rendah.

“Pada dasarnya semua (in­dustri makanan dan minuman) mam­pu memasok tapi kalaupun ter­jadi ekspor mungkin karena se­lera atau ada kerja sama dari pe­rusahaan,” katanya.

Namun, jika produk itu sudah ba­nyak yang mengkonsumsi, maka perusahaan-perusahaan itupun akan langsung ber­inves­tasi untuk bisa memenuhi ke­butuhan dalam negeri.

Untuk nilai ekspor mamin, ka­ta dia, saat ini mak­simum 20 per­sen. Tapi pada umumnya produk itu masih di­prioritaskan untuk ke­butuhan dalam negeri bukan se­mata-mata untuk andalan ekspor. Namun , jika ada ke­sem­patan un­tuk ekspor, pihaknya akan men­dorong itu.

Sebelumnya, Sekjen Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmi) Franky Si­barani menilai, pemerintah ku­rang serius mengantisipasi ser­buan impor mamin.

“Sekarang pemerintah hanya fokus pada pembuatan regulasi, se­mentara pengawasan impor ma­kanan dan minuman masih kurang,” katanya.

Franky mengatakan, sepan­jang 2011 impor mamin tercatat 238,28 juta dolar AS atau naik 10,29 persen dibanding 2010 yakni 216,05 juta dolar AS.

Menurut Franky, serbuan impor mamin masih ba­nyak ber­asal dari negara-negara ASEAN, seperti dari Ma­laysia. Tingginya impor secara ti­dak langsung ber­dampak pada pen­jualan komo­diti terse­but. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya