Berita

Agus Martowardojo

Bisnis

Irjen K/L Diminta Awasi Penyimpangan Anggaran

SELASA, 22 MEI 2012 | 10:05 WIB

RMOL. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyim­pangan anggaran di Kemente­rian dan Lembaga (K/L) masih tinggi. Karena itu, Inspektorat Jenderal (Itjen) diminta mening­katkan pengawasan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengaku, saat ini masih banyak pelang­garan yang dilakukan pegawai negeri dan itu tidak hanya pe­langgaran dinas, tapi masih ada yang lebih membahayakan.

“Begitu banyak ketidaktaatan atau ketidaktertiban yang mesti dirapihkan,” kata Agus di kan­tornya, kemarin.

Bekas Dirut Bank Mandiri itu berharap, peran Inspektur Jen­de­ral (Irjen) di masing-masing K/L harus ditingkatkan untuk me­ne­kan penyimpangan anggaran.

Agus meng­klaim sudah mela­kukan pem­be­nahan dan pemerik­saan dalam lingkungan internal Kemenkeu agar pelanggaran ter­sebut tidak lagi dilakukan  pega­wai negeri dalam merinci biaya per­jalanan dinasnya.

“Inspektorat Jenderal di Ke­menkeu sudah melakukan pe­meriksaan dengan cukup tajam dan hasilnya tidak saja dilapor­kan di lingkungan Kemenkeu, tapi juga disampaikan kepada pub­lik,” terang Agus.

Dikatakan, tidak semua ka­sus pembengkakan anggaran per­ja­lanan dinas tersebut dise­babkan karena kesengajaan, tapi juga faktor administrasi yang belum terselesaikan dalam waktu cepat.

“Saya mendapatkan informasi itu dan sebetulnya hanya seba­gian yang diungkapkan tentang ke­tidaktertiban pengelolaan ke­ua­ngan. Saya dapat mengerti se­an­dainya masih ada satu aktivi­tas tran­sit, mungkin ada periode di ma­na si pelaku belum menye­le­saikan administrasinya,” jelasnya.

Irjen Kemenkeu Sonny Loho membantah ada perjalanan fiktif di Kemenkeu. Menurut dia, yang terjadi saat ini adalah perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan waktu atau tujuan tempat dinas yang telah disesuaikan.

“Jadi dibilang tidak sesuai saja dengan waktu yang ditetapkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak bilang ada yang fik­tif, tapi kami lagi cek nilai per­­sisnya berapa, itu nilainya tidak besar, bukan temuan be­sar. Ma­ka­­nya tidak menjadi per­hatian khusus, tapi tetap akan dicek,” ungkap Sonny.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya