Berita

Batubara

Bisnis

Produksi Batubara Akhir Tahun Diramal 400 Juta Ton

Banyak Permintaan Dari China dan India
SELASA, 22 MEI 2012 | 09:12 WIB

RMOL. Produksi batubara dalam ne­geri mengalami peningkatan. Da­lam tiga bulan pertama, men­capai 102 juta ton atau naik 30 juta ton dari produksi tahun lalu sebesar 90 juta ton. Bahkan, pro­duksinya diperkirakan mencapai 390-400 juta ton akhir tahun ini.

Direktur Eksekutif Asosasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala me­nga­­ta­kan, peningkatan tersebut ter­jadi karena banyaknya per­min­­taan dari China dan India yang akan digunakan untuk ba­han ba­kar pembangkit listrik.

Namun, per­mintaan itu tak ha­nya datang dari kedua negara ter­sebut, tapi ju­ga Pakistan, Sri­lanka kemudian ne­gara-negara Timur Tengah yang meng­konsumsi batubara.

“China dan India adalah negara yang paling banyak mengkon­sumsi batubara. Masing-masing bisa mencapai 60 juta ton per tahun,” kata Supriatna.

Di samping itu, Supriatna me­ngatakan, saat ini harga ba­tubara tengah mengalami penu­runan dikarenakan suplai semakin ba­nyak seiring banyaknya peru­sa­haan tambang batubara.

Namun, Supriatna me­negas­kan, para pengusaha tidak pe­duli dengan penurunan harga asalkan ada margin yang diper­oleh.

Direktur Pembinaan Pengusa­haan Batubara Kementerian Ener­gi Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Prasodjo menga­takan, pihak­nya masih memba­has pe­ngaturan pembatasan eks­por ba­tubara de­ngan kemen­te­rian terkait.

“Ada beberapa bentuk yang masih dibahas. Nanti ada kate­gori bisa diekspor dan tidak bisa di­ekpor,” kata Edi.

Menurut Edi, pengaturan eks­por tersebut didasari produksi ba­tubara yang terus meningkat. Pa­da 2012, produksi batubara di­perkirakan mencapai 330 juta ton, bahkan kemungkinan lebih. Tahun depan produksi bisa di atas 450 juta ton atau sudah men­de­kati 500 juta ton.

Semula, presentase penyera­pan pasar domestik masih 30 persen, sekarang tinggal 25 persen dan bisa saja menjadi 10 persen.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya