ilustrasi, Elpiji 3 kilogram (kg)
ilustrasi, Elpiji 3 kilogram (kg)
RMOL.Elpiji 3 kilogram (kg) mulai sulit ditemukan di sejumlah daerah, khususnya Jawa Barat. Pertamina mengaku ada spekulan yang bermain.
Vice President Corporate ComÂmuÂnication Pertamina M Harun mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan distribusi penyaluran elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut ‘Tabung Melon’’dan menghitung kembali kebutuhan setiap daerah.
Pertamina juga mulai melaÂkukan distribusi tertutup untuk elpiji 3 kilogram dari sebelumnya yang bersifat terbuka. Penerapan distribusi tertutup ini untuk menekan kegiatan pengoplosan.
“Kita tahu distribusi terbuka memudahkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengÂoplos elpiji 3 kilogram ke elpiji 12 kilogram. Padahal elpiji 3 kiloÂgram harganya disubsidi peÂmerintah,†urainya kepada Rakyat Merdeka.
Menurut dia, dengan kebijakan ini memang banyak pangkalan yang nakal teriak karena tidak bisa lagi melakukan pengÂoploÂsan. Pasalnya, setiap pangkalan harus mengambil hanya dari satu agen. Sebelumnya, para pengÂoplos dengan mudah bisa meÂngÂambil dari mana saja.
Namun, kata Harun, meski banyak pangkalan yang teriak kekurangan, pihaknya tetap akan melakukan kebijakan ini untuk melindungi konsumen. “Kita tahu yang teriak itu karena meÂrasa dirugikan dengan sistem distribusi tertutup,†jelasnya.
Harun mengaku, pengaturan distribusi elpiji 3 kilogram tidak hanya dilakukan di Jawa Barat saja, tapi di seluruh daerah. Untuk tahap transisi memang akan ada dampak, tapi itu hanya akan berlangsung satu bulan. Setelah itu akan seperti biasa lagi.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri PurnomoÂhadi tidak mempermasalahkan pasokan elpiji 3 kilogram. MeÂnurutnya, setiap daerah jumlah kuotanya sudah ditetapkan karena itu barang subsidi.
“Sampai saat ini belum ada keluhan atau laporan dikuÂrangiÂnya pasokan,†katanya.
Dia juga mengatakan, pasokan dari agen ke pangkalan tetap sama, tidak ada pengurangan. Menurutnya, jika terjadi kelangÂkaan di daerah kemungkinan kaÂrena permainan spekulan.
Eri juga tidak menutup mata masih ada oknum pangkalan yang melakukan penyimpangan penÂjualan elpiji 3 kilogram. DeÂngan sistem tertutup, pengawasan penjualan bisa diawasi dan penyimpangan bisa ditekan.
Kebijakan distribusi tertutup ini, lanjut Eri, sudah dilakukan di beberapa daerah, misalnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Terkait harga elpiji 3 kilogram yang di atas harga rata-rata, meÂnurutnya, itu disebabkan harga eceran tertinggi (HET) masing-masing daerah berbeda.
Eri mengatakan, harga dari agen ke pangkalan untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan Rp 12.750 per tabung. Sedangkan harga dari pangkalan ke konsuÂmen diseÂsuaikan dengan jarak dan daerah. Karena itu, tidak aneh jika di beberapa daerah harganya dikiÂsaran Rp 13-15 ribu per tabung. Namun, jika di wilayah JaboÂdetabek harganya mencapai Rp 15 ribu, kata Eri, itu kemahalan.
Bekas Ketua Panja Konversi Minyak Tanah ke Elpiji 3 kilogram DPR Zainudin Amali berjanji akan menindaklanjuti keluhan langÂkanya elpiji 3 kilogram di beberapa daerah.
Untuk diketahui, beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Purwakarta, Karawang, Subang dan Bandung mengalami kelangÂkaan elpiji 3 kilogram. Sekalipun ada, harganya bisa mencapai Rp 15 ribu per tabung. Hal yang saÂma juga terjadi untuk daerah Kalimantan.
Kementerian Energi dan SumÂber Daya Mineral (ESDM) tahun ini menargetkan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram di lima provinsi yaitu Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
Menanggapi soal kemelut gas melon ini, Dirjen Migas Evita H Legowo mengatakan, pemerintah akan mendistribusikan paket perdana elpiji 3 kilogram sebesar 800.000 paket dan isi ulang elpiji 3 kilogram sebesar 3,61 juta meÂtrik ton sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00
Senin, 12 Januari 2026 | 23:31
Senin, 12 Januari 2026 | 23:23
Senin, 12 Januari 2026 | 23:21
Senin, 12 Januari 2026 | 23:07
Senin, 12 Januari 2026 | 23:00
Senin, 12 Januari 2026 | 22:44
Senin, 12 Januari 2026 | 22:20
Senin, 12 Januari 2026 | 22:08