Berita

Ilustrasi/ist

Dunia

Iran Akan Gugat Google Karena Teluk Persia Tidak Tercantum di Google Map

SABTU, 19 MEI 2012 | 12:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Republik Islam Iran secara tegas memperingatkan akan melancarkan gugatan terhadap Google karena tidak memasukan Teluk Persia ke dalam Google Map.

Menurut pemerintah Iran, perairan yang memisahkan Iran dan negara-negara Arab di kawasan itu merupakan Teluk Persia dan hal tersebut tidak dicantumkan dalam Google Map.

Iran telah memperingatkan bahwa Google akan menghadapi kerugian serius jika tidak menyebut wilayah itu sebagai Teluk Persia.


"Jika Google tidak memperbaiki kesalahan secepat mungkin, kami akan mengajukan keberatan resmi melawan Google," kata Menteri Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 19/5).

Sementara itu, negara-negara Arab seperti Saudi Arabia, UEA, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait mengklaim wilayah tersebut sebagai teluk Arab.

Meskipun tekanan meningkat dari Arab untuk menyebut wilayah itu sebagai Teluk Arab, atau setidaknya dengan dua nama, Iran tetap bersikeras tidak mau dan mengatakan bahwa mereka memiliki bukti sejarah yang kuat bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari wilayah Persia.

Kontroversi mengenai hilangnya nama teluk Persia bermula pada awal bulan ini ketika Kantor Berita Iran, Irna, melaporkan bahwa Google telah menghapus nama Teluk Persia di layanan peta miliknya.

Keputusan itu mendapatkan kecaman dari otoritas dan oposisi. Ribuan warga Iran menyampaikan kemarahannya pada blog dan forum online. Google menolak kritikan itu dan mengatakan bahwa wilayah laut itu belum diberi nama sejak awal.[ian]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya