Berita

lady gaga/ist

TOLAK LADY GAGA

Penolakan Masyarakat Wajar, Tapi Sikap Polisi yang Aneh

KAMIS, 17 MEI 2012 | 09:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pelarangan konser Lady Gaga oleh Polda Metro Jaya patut dikecam. Sebaliknya, penolakan dari kelompok masyarakat terhadap penyelenggaraan konser sudah seharusnya dapat dimaklumi.

Menurut anggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra, Martin Hutabarat, konser artis nyentrik asal New York itu sebaiknya diatur, bukan dilarang. Sementara, penolakan sebagian elemen-elemen masyarakat terhadap penyelenggaraan konser Lady Gaga di Jakarta, bagi Martin, sebenarnya hal yang wajar.

"Itu adalah bukti demokrasi. Tidak ada yang aneh di penolakan ini. Sebab, tidaklah mungkin suatu kegiatan dalam negara sebesar Indonesia akan selalu disetujui oleh semua orang. Yang aneh disini adalah penolakan polisi untuk memberikan izin," kata Martin, beberapa saat lalu, Kamis (17/5).


Polda Metro malah mengancam akan membubarkannya kalau konser tetap diadakan. Sikap itu, menurut Martin lagi, menunjukkan polisi tidak mengerti apa yang harus dan pantas dikerjakannya. Akibatnya, Indonesia bagai bangsa kerdil dan penakut di mata negara lain.

"Bagaimana masuk akal konser berkelas dunia, yang tiketnya sudah dibeli oleh lebih 12. 000 turis asing ditolak izinnya oleh Polri," ucapnya heran. Dan tak heran pula, tambahnya, keputusan kepolisian diprotes oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena tidak sejalan dengan tekad memajukan pariwisata lokal. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya