ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mulai kewalahan mencari lahan untuk program rumah murah. Pasalnya, harga lahan di daerah maupun perkotaan sudah sangat tinggi. Termasuk harga bahan bangunan.
Untuk itu, Djan akan meÂnaikÂkan harga rumah tapak (lanÂded house) bersubsidi tipe 36 dari Rp 70 juta menjadi Rp 90 juta per unit untuk wilayah JaÂboÂdetabek.
Bekas seÂnator DKI JaÂkarta ini meÂngaÂtaÂkan, pihaknya sudah meÂÂngÂusulkan kenaikan harga huÂnian tapak kepada KeÂmenÂteÂrian KeÂuangan dan Badan PeÂrenÂcaÂnaan dan PembanguÂnan NasioÂnal (BapÂpenas) dengan memperÂtimÂbangÂkan kondisi riil harga ruÂmah di pasar saat ini.
Dikatakan, dengan aturan yang mewajibkan luas lantai baÂngunan minimal 36 meter perÂsegi untuk program rumah berÂsubÂsidi diÂnilai tidak bisa lagi mengÂakoÂmoÂdasi harga riil rumah rakyat di pasar dengan harga Rp 70 juta.
“Usulan harga Rp 90 juta itu kaÂrena harga lama tidak ada lagi di JaÂkarta. Lagian penetapan harga Rp 70 juta sudah dua tahun lalu, seÂhingga perlu dikaji lagi dan diseÂsuÂaikan kondisi riil saat ini,†ujarnya.
Dijelaskan, usulan peneÂtapan harga rumah bersubsidi ini berÂdaÂsarkan indeks kemahalan konsÂtruksi di suatu daerah dan perÂkoÂtaan sehingga harga yang dipatok merupakan harga yang mengacu pada kondisi riil di suatu wilayah.
Djan mengharapkan, kenaikan harga ini bisa direspons segera oleh Kemenkeu agar program peÂrumahan tapak bisa berjalan. PiÂhaknya juga akan memberikan peÂÂnugasan kepada Perumnas unÂtuk mengimbangi kekurangan pasokan hunian di Jabodetabek.
“Sebagai perusahaan BUMN tentu Perumnas tak akan mengÂambil keuntungan yang besar, tetapi bagaimana membantu progÂram tapak berjalan dengan baik dengan kualitas kontruksi yang baik juga,†kata Djan.
Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson tidak keberatan jika pemerintah memberikan keÂpercayaan kepada Perumnas unÂÂtuk membangun rumah taÂpak, menyusul terbatasnya paÂsokan rumah tipe tersebut.
Teddy mengatakan, harga ruÂmah di perkotaan sangat ditenÂtukan oleh harga tanah mentah dan harga bahan bangunan yang saat ini sangat mahal.
“Harga rumah itu relatif, berÂgantung pada harga tanah mentah dan bahan bangunan yang diÂpakai,†katanya.
Menurut Teddy, harga tanah dan bahan bangunan saat ini sulit dibendung. Kalau di ujung JaboÂdetabek, masih dapat dijumpai harga tanah kisaran Rp 40 ribu per meter persegi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16