Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Duh... Harga Rumah Tapak Bakal Dinaikkan Rp 90 Juta

Terganjal Lahan & Mahalnya Bangunan
KAMIS, 17 MEI 2012 | 08:25 WIB

RMOL.Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mulai kewalahan mencari lahan untuk program rumah murah. Pasalnya, harga lahan di daerah maupun perkotaan sudah sangat tinggi. Termasuk harga bahan bangunan.

Untuk itu, Djan akan me­naik­kan harga rumah tapak (lan­ded house) bersubsidi tipe 36 dari Rp 70 juta menjadi Rp 90 juta per unit untuk wilayah Ja­bo­detabek.

Bekas se­nator DKI Ja­karta ini me­nga­ta­kan, pihaknya sudah me­­ng­usulkan kenaikan harga hu­nian tapak kepada Ke­men­te­rian Ke­uangan dan Badan Pe­ren­ca­naan dan Pembangu­nan Nasio­nal (Bap­penas) dengan memper­tim­bang­kan kondisi riil harga ru­mah di pasar saat ini.

Dikatakan, dengan aturan yang mewajibkan luas lantai ba­ngunan minimal 36 meter per­segi untuk program rumah ber­sub­sidi di­nilai tidak bisa lagi meng­ako­mo­dasi harga riil rumah rakyat di pasar dengan harga Rp 70 juta.

“Usulan harga Rp 90 juta itu ka­rena harga lama tidak ada lagi di Ja­karta. Lagian penetapan harga Rp 70 juta sudah dua tahun lalu, se­hingga perlu dikaji lagi dan dise­su­aikan kondisi riil saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan, usulan pene­tapan harga rumah bersubsidi ini ber­da­sarkan indeks kemahalan kons­truksi di suatu daerah dan per­ko­taan sehingga harga yang dipatok merupakan harga yang mengacu pada kondisi riil di suatu wilayah.

Djan mengharapkan, kenaikan harga ini bisa direspons segera oleh Kemenkeu agar program pe­rumahan tapak bisa berjalan. Pi­haknya juga akan memberikan pe­­nugasan kepada Perumnas un­tuk mengimbangi kekurangan pasokan hunian di Jabodetabek.

“Sebagai perusahaan BUMN tentu Perumnas tak akan meng­ambil keuntungan yang besar, tetapi bagaimana membantu prog­ram tapak berjalan dengan baik dengan kualitas kontruksi yang baik juga,” kata Djan.

Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson tidak keberatan jika pemerintah memberikan ke­percayaan kepada Perumnas un­­tuk membangun rumah ta­pak, menyusul terbatasnya pa­sokan rumah tipe tersebut.

Teddy mengatakan, harga ru­mah di perkotaan sangat diten­tukan oleh harga tanah mentah dan harga bahan bangunan yang saat ini sangat mahal.

“Harga rumah itu relatif, ber­gantung pada harga tanah mentah dan bahan bangunan yang di­pakai,” katanya.

Menurut Teddy, harga tanah dan bahan bangunan saat ini sulit dibendung. Kalau di ujung Jabo­detabek, masih dapat dijumpai harga tanah kisaran Rp 40 ribu per meter persegi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya