Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Penurunan Orang Miskin Belum Sesuai Harapan

KAMIS, 17 MEI 2012 | 08:08 WIB

RMOL.Menko Kesra Agung Laksono menilai, penurunan angka ke­miskinan belum sesuai harapan. Pasalnya, angka yang ditargetkan pemerintah yakni 1 persen tiap tahunnya itu belum tercapai.

“Untuk jangka waktu 2 tahun ke depan pemerintah diharapkan dapat lebih efektif lagi agar men­capai angka di bawah 10 juta orang miskin,” kata Agung da­lam Seminar Lem­baga Ketahan­an Nasional (Lem­hannas) di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, angka kemis­kinan sekarang berdasarkan sur­vei September 2011 sebesar 12,36 persen. Sedangkan untuk pe­riode Maret 2012 baru akan diumumkan Badan Pusat Sta­tistik (BPS) Juli mendatang.

Agung berharap, ada penurun­an angka kemiskinan yang ni­lainya di atas 1 persen. Harapan itu akan terus tumbuh sampai masa bakti pemerintahan di 2014.

“Target tersebut dalam rangka pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi demi terwujudnya ketahanan bersama dalam pe­nanggulanagn kemiskinan. Terle­bih, kemiskinan sudah menjadi isu global, “ jelasnya.

Sayangnya Agung pesimis jika melihat data statistik BPS terkait penurunan angka kemiskinan dari 2006 hingga september 2011 yang hanya 12,36 serta tidak tercapainya penurunan hingga 1 persen tiap tahunnya, maka target pemerintah untuk menambah angka penurunan 10-11,5 persen pada 2014 sulit tercapai.

Gubernur Lemhannas Budi Soe­silo Soepandji mengatakan, ma­­­salah kemiskinan dan kese­jah­­teraan rakyat merupakan ma­salah men­­dasar yang harus mendapat per­­hatian bersama baik kalangan pe­­­­merintah, politisi, akademis mau­­­pun seluruh komponen bangsa.

“Pemerintah telah melakukan upaya sebagai pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Dengan harapan, pembangunan milenium dapat tercapai secara keseluruhan pada 2015,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi komitmen tersebut. Misalnya diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya