ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Selain kasus maling pulsa, DPR meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) menindaklanjuti penyelidikan kasus proyek pita frekuensi 2,1 Ghz generasi ketiga (3G) yang diduga merugikan negara Rp 3,8 triliun oleh Indosat Mega Media (IM2).
dpr mendesak Kejagung meÂmeÂÂriksa para saksi atau mereka yang terlibat dalam skandal tersebut. Pemeriksaan itu diÂduga bakal meÂnyeret banyak opeÂrator telekoÂmunikasi lain dalam bisnis laÂyanan 3G.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mendukung KeÂjagung menindÂaklanjuti kasus terÂsebut sekaliÂgus memberikan efek jera keÂpada paÂra operator nakal.
Dia menilai, bisnis teleÂkoÂmuÂnikasi saat ini seperti rimba beÂlantara tanpa ada pengawasan yang ketat. Sehingga potensi peÂnyimpangan baik dari operator mauÂpun pihak luar yang ingin meÂmanfaatkannya tak bisa dielakkan.
â€Kasus maling pulsa miÂsalÂnya, satu tamparan berat buat KeÂÂmenterian Komunikasi dan InÂformatika (Kemkominfo) bahÂwa pengawasan yang dilakukan beÂlum maksimal dan ini awal untuk menata industri telekoÂmunikasi Indonesia yang lebih baik,†ujar Mahfud kepada RakÂyat Merdeka, kemarin.
Sebelumnya, Menteri KomuÂnikasi dan Informatika (MenÂkominfo) Tifatul Sembiring meÂnyatakan, penggunaan pita freÂkuensi 3G oleh Indosat Mega MeÂÂdia (IM2), anak perusahaaan PT Indosat Tbk, tidak melanggar aturan. Hal ini merujuk pada UnÂdang-Undang No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
Meski begitu, Mahfud meÂminta Kejagung mengemÂbangÂkan kasus tersebut sebagai aparat hukum yang punya kewenangan.
“Mungkin dari sisi bisnis teleÂkoÂmunikasi tidak salah, tapi dari sisi hukum kemungkinan ada yang saÂlah. Jadi biarkan KejaÂgung menÂjaÂlankan tugasnya samÂpai ada keÂpasÂtian hukum yang jelas,†cetusnya.
Anggota Komisi I DPR dari Roy Suryo menyatakan, langÂkah Kejagung meneruskan kaÂsus laÂyanan 3G tersebut bakal meÂnyeret banyak pihak operator lain yang menggunakan layanan frekuesi terÂsebut. Artinya, tidak hanya IM2, tapi juga operator lain bisa terkena.
“Saya kira kalau pemeriksaan proyek frekuensi 3G terus dilanÂjutkan, banyak pihak operator terÂkena,†kata Roy kepada Rakyat Merdeka tanpa menyebut opeÂrator mana yang dimaksud.
Kepala Pusat Penerangan HuÂkum (Kapuspenkum) Kejagung Adi Toegarisman membenarkan adanya pemanggilan staf dari Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo Bonnie M Thamrin Wahid sebagai saksi dalam kasus penyalahgunaan proyek 3G yang diduga meruÂgikan negara Rp 3,8 triliun oleh IM2 pada Senin (14/5) .
“Pemanggilan Bonnie hanya sebagai saksi, bukan tersangka. Tapi beliau tidak bisa hadir. Jadi kita akan agenda ulang nanti,†kata Adi tanpa mau memberitau alasan keÂtidakhadiran Bonnie.
Pihaknya akan terus meÂmangÂgil saksi-saksi yang terkait kasus ini. Siapa saja saksi yang akan dipangÂgil dan dijadikan tersangÂka baru, Adi tak mau menjaÂwab. “Yang pasti saksi-saksi akan terus diÂperiksa,†tegasnya.
Adi menegaskan, KejaÂgung tidak akan menghentikan kasus ini karena diduga ada beberapa pelangÂgaran pidana dalam proyek tersebut. Yaitu, maÂsalah legalitas perizinan, ketidaktransÂparanan PeÂnerimaan Negara BuÂkan Pajak (PNBP) dan lainnya.
“Kami akan terus menelusuri proyek ini sambil menunggu hasil audit Badan Pengawasan KeuaÂngÂan dan Pembangunan (BPKP) tentang besaran kerugian negara. Ya kita tunggu saja nanti,†ujarnya.
Jaksa Agung Muda Pidana KhuÂsus (Jampidsus) Andhi NirÂwanto juga tak menghiraukan perÂnyataan Menkominfo Tifatul Sembiring bahwa penggunaan pita freÂkuensi 3G oleh Indosat Mega MeÂÂdia (IM2), tidak meÂlangÂgar aturan. Andhi menegasÂkan, Kejagung terus menÂdaÂlami kasus tersebut hingga tuntas. “KaÂlau orang lain punya arguÂmen lain, ya biasa saja,†katanyai.
Kejagung sebelumnya telah menyita 24 dokumen ketika mengÂgeledah kantor Indosat Mega MeÂdia (IM2) dan meneÂtapkan Indr Atmanto selaku DiÂrektur Utama IM2 sebagai terÂsangka bersama bekas Wakil Direktur IM2 Kaizad Bomi Heerjee. Dia dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang No.31 Tahun 1999 juncto Undang-unÂdang No 20 Tahun 2011 tentang PemÂberantaÂsan Tindak Pidana Korupsi.
Division Head Public RelaÂtions IndoÂsat Adrian Prasanto ikut menÂduÂkung Kejagung meÂninÂdaklanjuti kaÂsus ini. IndoÂsat tidak akan intervensi. “SilaÂkan dilanÂjutkan pemeÂrikÂsaÂan. Apakah ada kerugian neÂgara atau tidak, ya tunggu saja audit BPKP,†ujar Adrian kepada Rakyat Merdeka.
Namun, Indosat tetap yakin proyek ini tidak ada peÂnyaÂlahÂgunaan dan tidak ada kerugian negara dari keÂbijakan tersebut. “Segala kebijakan perusahaan meÂlalui audit, kilahnya saat dihuÂbungi RakÂyat Merdeka. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16