Berita

Boe­diono

Bisnis

Wapres Ingin Pertumbuhan Ekonomi Capai 8 Persen

Supaya Bisa Serap Tenaga Kerja
RABU, 16 MEI 2012 | 09:42 WIB

RMOL. Wakil Presiden (Wapres) Boe­diono menginginkan pertum­buhan ekonomi Indonesia mi­nimal 7-8 persen agar dapat me­nyerap tenaga kerja. “Angka 6,5 persen itu belum cukup, angka 7-8 persen yang kita inginkan,” kata Boediono di Jakarta, kemarin.

Menurut Wapres, pertum­buhan ekonomi 7-8 persen mungkin ha­nya cukup untuk mengurangi ma­salah angkatan kerja yang muda dan tua.

Boediono mengatakan, hal mendasar yang perlu diper­hati­kan untuk menciptakan lapangan kerja adalah memperhatikan per­tumbuhan ekonomi. “Suka atau tidak suka, kenyataannya untuk menciptakan lapangan kerja ada­lah dengan pertumbuhan eko­nomi,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi memer­lukan ekspansi dunia usaha. Se­lanjutnya, dunia usaha baru akan membuka lapangan kerja.

Oleh sebab itu, menurut Boe­diono, pertumbuhan ekonomi ada­­lah prasyarat untuk membuka la­pangan kerja, baik untuk ang­katan kerja muda atau lainnya. Karena itu, kunci pertumbuhan ekonomi adalah investasi.

Dalam siaran persnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) me­nyebutkan, dari jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta orang pada 2010, sebanyak 40 juta orang (16,8 persen) berusia 15-24 tahun (kaum muda).

Walau selama lima tahun ter­akhir jumlah pengangguran se­makin menurun menjadi 6,8 persen pada 2011, tetapi secara absolut jumlahnya relatif masih tinggi sekitar 7 juta orang dan le­bih setengah pengangguran ada­lah kaum muda.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, tiga bulan terakhir Kadin ber­sama asosiasi/organisasi pe­ngem­­ba­ngan masyarakat lainnya telah melakukan identifikasi kebutu­han tenaga kerja untuk lima tahun mendatang.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh 13 asosiasi in­dustri/lembaga pengembangan masyarakat, telah teridentifikasi kebutuhan tenaga kerja muda untuk tiga tahun mendatang (2012-2014) dibutuhkan 1,9 juta tenaga kerja baru.

Sebelumnya, Badan Pusat Sta­tistik (BPS) mencatat pertum­buhan ekonomi pada kuartal I-2012 sebesar 6,3 persen diban­ding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu pun masih dikuasai Pulau Jawa.

Kepala BPS Suryamin menga­takan, sektor pengolahan menjadi pemicu utama tingginya pertum­buhan ekonomi. Selain itu, ada sek­tor perdagangan dan sektor jasa se­perti hotel dan restoran. “Sektor-sek­tor ini yang me­nyumbang Pro­duk Domestik Bruto (PDB) paling tinggi,” kata Suryamin.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya