Berita

PT Perusahaan Gas Negara (PGN)

Bisnis

PGN Ngaku Izinkan SPBU Manfaatkan Jalur Pipa Gas

SELASA, 15 MEI 2012 | 09:07 WIB

RMOL. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membantah ikut mem­boi­kot program konversi Bahan Ba­kar Minyak (BBM) Subsidi ke gas. Perusahaan pelat merah ini justru menyambut baik program pemerintah untuk konversi  ke gas sesuai arahan pemerintah yang dilaksanakan oleh menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta regulator terkait.

“Kami sangat mendukung pro­gram konversi BBM ke BBG untuk mengurangi dampak sub­sidi yang membebani APBN,” tegas Direktur Utama PGN Hen­di Prio Santoso dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Selain itu, pihaknya akan me­ngajak semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) un­tuk memanfaatkan jaringan pipa gas PGN. Semua SPBU yang ber­ope­rasi  dekat  jaringan pipa dis­­tri­­­bu­si gas PGN dapat me­manfaat­kan­nya untuk menya­lurkan gas bumi.

Sebelumnya, Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto mengaku geram dengan sikap PGN karena ego sektoral se­hingga revitalisasi Stasiun Pengi­sian Ba­han Bakar Gas (SPBG) terham­bat.

“Perilaku PGN kon­yol, saya meng­harapkan Pak Dipo (Seke­taris Kabinet Dipo Alam-red) agar menyelesaikan ini,” pinta Kunto­ro di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Kuntoro, perilaku ko­nyol itu dikarenakan PGN telah me­ngu­asai jaringan pipa gas,. S­harus­nya jika ada gas yang di­dis­tri­bu­sikan me­lalui pipa ter­sebut hanya membayar sewa pipa saja. Na­mun, pihak PGN ma­lah minta gas yang mau di­dis­tribusi­kan ha­rus jadi milik PGN terlebih dahulu.

Sikap ego sektoral tersebut men­­jadi kendala dalam program nasional konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).

“Saya minta Pak Dipo bertang­gung jawab, se­le­saikan ini, PGN agar melepas­kan ego sektoral guna mempelan­car program re­vitalisasi SPBG yang jadi kendala program na­sional,” pint­anya (Rakyat Mer­deka, 14/5). [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya